Gaya Hidup
10 Kalimat Orang Tua yang Harus Dihindari Agar Anak Sukses, No.5 Tidak Disadari
2024-12-07
Para ahli percaya bahwa kalimat-kalimat toksik yang disampaikan orang tua memiliki dampak besar terhadap anak-anak di masa depan. Kalimat-kalimat seperti ini dapat menghambat kesuksesan dan keberhasilan anak. Berikut adalah 10 kalimat yang perlu dihindari:

Mengapa Kalimat-kalimat Orang Tua Penting untuk Diperhatikan

1. Good Job atau Kamu Hebat

Orang tua sering memberikan pujian jika anak mereka berhasil. Namun, pujian seperti 'kamu anak yang baik' atau 'good job' sebenarnya tidak terlalu baik. Menurut penelitian, ucapan tersebut dapat membuat anak bergantung pada pujian orang lain daripada motivasi diri sendiri. Penasihat orang tua Jenn Berman mengatakan orang tua sebaiknya memberikan pujian saat waktu yang tepat dan menambahkan keterangan yang jelas. Misalnya, katakan "Itu adalah assist yang bagus. Ayah/Ibu suka bagaimana cara kamu mencari rekan setimmu." Tidak hanya sekedar mengucapkan "Permainan yang hebat".Pujian yang tepat dapat membantu anak merasa lebih percaya diri dan lebih motivasi untuk terus berusaha. Berman juga menyarankan agar orang tua tidak terlalu sering memberikan pujian, karena itu dapat membuat anak menjadi terlalu sensitif terhadap kritik.

2. Berlatih adalah kunci kesempurnaan

Perkataan yang mendorong anak berlatih sebenarnya bisa meningkatkan tekanan untuk unggul atau menang. Namun, kalimat tersebut juga bisa diartikan bahwa anak gagal karena tidak berlatih dengan cukup keras. Penulis 101 Ways to Be a Terrific Sports Parent, Joel Fish, mengatakan bahwa orang tua dapat mendorong anak bekerja keras dengan alasan dia akan meningkat dan bangga dengan kemajuannya.Namun, orang tua juga perlu mengingat bahwa anak-anak memiliki kebebasan untuk memilih aktivitas yang mereka sukai. Jika anak tidak suka berlatih, orang tua tidak boleh memaksa mereka. Orang tua dapat memberikan opsi lain untuk anak untuk berkembang dan tumbuh.

3. Jangan menangis

Kalimat "jangan menangis" sering dilontarkan kepada anak yang terluka atau menangis saat terjatuh. Namun, kalimat ini tidak membantu anak merasa lebih baik. Berman mengatakan bahwa anak-anak menangis karena mereka sedang tidak baik-baik saja.Orang tua harus membantu anak memahami dan menghadapi emosi mereka, tidak dengan mengabaikannya. Mereka dapat memberikan pelukan kepada anak dan mengakui apa yang mereka rasakan dengan menanyakan apakah mereka ingin diobati, mendapatkan ciuman, atau keduanya.

4. Cepat!

Ucapan 'cepat!' untuk mendorong anak bergerak cepat sebenarnya akan menambah stres. Linda Acredelo, asisten penulis Baby Minds, mengatakan bahwa orang tua dapat menggantikan dengan kalimat 'ayo, segera selesaikan' dengan nada lembut.Kalimat ini memberikan tanda bahwa orang tua berada dalam tim yang sama dengan anak. Orang tua juga perlu mengingat bahwa anak-anak memiliki kecepatan yang berbeda. Mereka tidak harus selalu bergerak cepat. Orang tua dapat membantu anak belajar untuk mengatur kecepatan mereka sendiri.

5. Ayah/ibu sedang diet

Orang tua sebaiknya tidak menunjukkan sedang melakukan diet di depan anak. Pesan ini dapat membuat anak mengembangkan citra tubuh yang tidak sehat. Marc S. Jacobson, profesor pediatri dan epidemiologi di Nassau University Medical Center, mengatakan bahwa anak yang melihat orang tuanya menimbang berat badan setiap hari dan mendengar hal seperti kegemukan, bisa merasa kurang sehat.Orang tua dapat menunjukkan cara sehat untuk hidup tanpa harus mengungkapkan bahwa mereka sedang diet. Mereka dapat mengajarkan anak tentang makanan sehat dan aktivitas fisik.

6. Ayah/ibu tidak mampu membelinya

Hindari mengatakan 'tidak punya uang' saat anak meminta mainan yang mahal. Kalimat itu mengisyaratkan orang tua tidak mampu mengendalikan keuangannya. Jayne Pearl, penulis Kids and Money, mengatakan bahwa orang tua dapat menggantinya dengan kalimat "Kita tidak akan membelinya karena kita sedang menyimpan uang untuk hal-hal yang lebih penting."Namun, saat anak berkeras ingin membelinya, orang tua dapat memulai percakapan soal mengatur anggaran dan juga mengelola keuangan. Mereka dapat mengajarkan anak tentang keuangan dengan cara yang mudah dan有趣.

7. Jangan berbicara dengan orang asing

Larangan berbicara dengan orang asing sebenarnya tidak baik diucapkan pada anak. Nancy McBride, Direktur eksekutif National Center for Missing & Exploited Children, mengatakan bahwa anak-anak belum memahami konsep itu. Anak-anak dapat menganggap orang yang tidak dikenal sebagai orang asing yang jahat. Selain itu, mereka juga dapat mengartikannya menolak bantuan dari petugas polisi atau pemadam kebakaran yang tidak dikenal.Orang tua dapat mengajukan skenario seperti: "Kalau ada orang enggak dikenal menawarkan permen dan ajakan pulang, kamu harus bagaimana?" Mereka dapat membantu anak belajar untuk menghadapi orang asing dengan bijak.

8. Hati-hati

Kata 'hati-hati' sebenarnya tidak boleh dikatakan pada anak-anak. Deborah Carlisle Solomon, penulis Baby Knows Best, mengatakan bahwa ucapan itu akan mengalihkan perhatian anak dari yang sedang dilakukan.Jika orang tua takut, mereka dapat mendekat kepada anak saat bermain untuk menjaganya tidak terjatuh. Tetap diam dan tenang sambil mengawasi mereka. Orang tua juga dapat memberikan instruksi yang jelas kepada anak tentang bagaimana menghindari bahaya.

9. Tidak boleh jajan kalau makanannya tidak habis

Terkadang orang tua mengancam anak menghabiskan makanan agar bisa mendapatkan camilan atau jajan. Namun, David Ludwig, direktur New Balance Foundation Obesity Prevention Center di Boston Children’s Hospital dan penulis Ending the Food Fight, mengatakan bahwa ucapan itu akan meningkatkan nilai anak pada makanan penutup dan mengurangi kepuasan pada makanan utama.Orang tua dapat memberikan contoh yang baik tentang cara makan sehat. Mereka dapat mengajarkan anak tentang makanan sehat dan jumlah makanan yang harus diambil.

10. Sini Ayah/Ibu bantu

Bantuan yang ditawarkan orang tua sebenarnya tidak baik bagi anak. Myrna Shure, profesor emeritus psikologi di Universitas Drexel di Philadelphia dan penulis Raising a Thinking Child, mengatakan bahwa jika orang tua terlalu cepat ikut campur, itu bisa mengurangi sikap mandiri anak.Orang tua masih bisa membantu anak, namun menggantinya dengan pertanyaan yang sifatnya membimbing mereka untuk memecahkan masalah. Mereka dapat memberikan tanda-tanda dan petunjuk kepada anak tanpa langsung membantu mereka.
More Stories
see more