Gaya Hidup
10 Kalimat Terlarang Orang Tua Tidak Harus Sampaikan kepada Anak
2024-12-11
Jakarta, CNBC Indonesia – Perkataan orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap anak-anak. Para ahli percaya bahwa kalimat-kalimat toksik yang disampaikan orang tua dapat menghambat kesuksesan dan keberhasilan anak di masa depan. Berikut adalah 10 kalimat yang seharusnya tidak diucapkan orang tua kepada anak:

10 Kalimat Terlarang yang Tidak Boleh Diucapkan Orang Tua

1. Good Job atau Kamu Hebat

Banyak orang tua suka memberi pujian jika anak mereka berhasil. Namun, pujian seperti ‘kamu anak yang baik’ atau ‘good job’ sebenarnya tidak terlalu baik. Berdasarkan penelitian, ucapan tersebut dapat membuat anak bergantung pada pujian orang lain daripada motivasi diri sendiri.Penasihat orang tua Jenn Berman mengatakan orang tua harus memberikan pujian saat waktu yang tepat dan menambahkan keterangan yang jelas. Misalnya, katakan “Itu adalah assist yang bagus. Ayah/Ibu suka bagaimana cara kamu mencari rekan setimmu.” Tidak hanya sekedar mengucapkan “Permainan yang hebat”.

2. Berlatih adalah kunci kesempurnaan

Ucapan yang mendorong anak berlatih bisa meningkatkan tekanan untuk unggul atau menang. Kalimat tersebut juga bisa diartikan saat anak gagal karena tidak berlatih dengan keras.Penulis 101 Ways to Be a Terrific Sports Parent, Joel Fish, mengatakan bahwa kalimat ini mengisyaratkan jika anak犯错 (melakukan kesalahan), berarti tidak berlatih dengan cukup keras.Orang tua dapat mendorong anak bekerja keras dengan alasan dia akan meningkat dan bangga dengan kemajuannya.

3. Jangan menangis

Kalimat “jangan menangis” sering dilontarkan kepada anak yang terluka atau menangis saat terjatuh. Namun, kalimat ini tidak membantu anak merasa lebih baik. Karena anak-anak menangis karena mereka sedang tidak baik-baik saja.Orang tua harus membantu anak memahami dan menghadapi emosi mereka, bukan dengan mengabaikannya. Contohnya, cobalah memberikan pelukan kepada anak dan mengakui apa yang mereka rasakan dengan menanyakan apakah mereka ingin diobati, mendapatkan ciuman, atau keduanya.

4. Cepat!

Ucapan ‘cepat!’ untuk mendorong anak bergerak cepat akan menambah stres. Linda Acredelo, asisten penulis Baby Minds, mengatakan demikian. Orang tua dapat menggantinya dengan kalimat ‘ayo, segera selesaikan’ dengan nada lembut.“Kalimat ini memberikan tanda bahwa Anda berada dalam tim yang sama dengan anak,” ujar Acredolo.

5. Ayah/ibu sedang diet

Orang tua sebaiknya tidak menunjukkan sedang melakukan diet di depan anak. Pesan ini disampaikan oleh profesor pediatri dan epidemiologi di Nassau University Medical Center, Marc S. Jacobson.Anak yang melihat orang tuanya menimbang berat badan setiap hari dan mendengar hal seperti kegemukan, bisa membuat mereka mengembangkan citra tubuh yang tidak sehat.

6. Ayah/ibu tidak mampu membelinya

Hindari mengatakan ‘tidak punya uang’ saat anak meminta mainan yang mahal. Kalimat itu mengisyaratkan orang tua tidak mampu mengendalikan keuangannya.Orang tua dapat menggantinya dengan kalimat “Kita tidak akan membelinya karena kita sedang menyimpan uang untuk hal-hal yang lebih penting,” kata Jayne Pearl, seorang penulis Kids and Money.Namun saat anak berkeras ingin membelinya, orang tua bisa memulai percakapan soal mengatur anggaran dan juga mengelola keuangan.

7. Jangan berbicara dengan orang asing

Larangan berbicara dengan orang asing sebenarnya tidak baik diucapkan pada anak. Karena Nancy McBride, Direktur eksekutif National Center for Missing & Exploited Children, mengatakan konsep itu belum dipahami anak-anak yang masih kecil.Anak-anak dapat menganggap orang yang tidak dikenal sebagai orang asing yang jahat. Selain itu, dapat mengartikannya menolak bantuan dari petugas polisi atau pemadam kebakaran yang tidak dikenal.Orang tua dapat mengajukan skenario seperti: “Kalau ada orang enggak dikenal menawarkan permen dan ajakan pulang, kamu harus bagaimana?”

8. Hati-hati

Kata ‘hati-hati’ juga tidak boleh dikatakan pada anak-anak. Penulis Baby Knows Best, Deborah Carlisle Solomon, mengatakan ucapan itu akan mengalihkan perhatian anak dari yang sedang dilakukan.Jika takut, Anda dapat mendekat kepada anak saat bermain untuk menjaganya tidak terjatuh. Tetap diam dan tenang sambil mengawasi mereka.

9. Tidak boleh jajan kalau makanannya tidak habis

Terkadang orang tua mengancam anak menghabiskan makanan agar bisa mendapatkan camilan atau jajan. Namun, David Ludwig, Direktur New Balance Foundation Obesity Prevention Center di Boston Children’s Hospital dan penulis Ending the Food Fight, mengatakan ucapan itu akan meningkatkan nilai anak pada makanan penutup dan mengurangi kepuasan pada makanan utama.Jadi, perhatikan kalimat Anda dan ganti dengan “Pertama, kita makan makanan utama. Kemudian, kita bisa makan makanan penutup”.

10. Sini Ayah/Ibu bantu

Bantuan yang ditawarkan orang tua juga tidak baik bagi anak. Biarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri untuk membantu mereka bersikap mandiri.“Namun, jika Anda terlalu cepat ikut campur, itu bisa mengurangi sikap mandiri anak,” kata profesor emeritus psikologi di Universitas Drexel di Philadelphia dan penulis Raising a Thinking Child, Myrna Shure.Orang tua masih bisa membantu anak, namun menggantinya dengan pertanyaan yang sifatnya membimbing mereka untuk memecahkan masalah.
More Stories
see more