Gaya Hidup
7 Penyakit yang Banyak Muncul Saat Musim Hujan, Termasuk Serangan Jantung
2024-12-09
Jakarta, CNBC Indonesia – Musim hujan memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan manusia. Saat musim hujan, banyak penyakit yang lebih mudah menyerang. Berikut adalah daftar penyakit yang perlu kita perhatikan, mengutip dari laman resmi Kemenkes RI.

"Tentang Penyakit yang Bisa Menyerang selama Musim Hujan"

Asma

Asma adalah peradangan kronik saluran napas yang sering menyebabkan penyempitan saluran napas. Biasanya, orang dengan asma akan mengalami gejala seperti mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk di malam atau dini hari. Saat memasuki musim penghujan, risiko munculnya gangguan asma semakin tinggi. Hawa dingin menjadi pemicu utama, seperti yang diungkapkan Kemenkes RI. "Hawa dingin adalah pemicu utama munculnya gangguan asma, seperti mengi dan napas pendek," kata Kemenkes RI.Selain itu, orang dengan riwayat asma harus lebih berhati-hati saat cuaca mulai lebih dingin. Mereka perlu memastikan kondisi lingkungan mereka tetap sehat dan terhindar dari faktor-faktor yang dapat memicu asma.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue dari nyamuk Aedes Aegypti. Musim hujan menjadi kondisi yang ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak karena adanya genangan-genangan air.Meskipun DBD bisa sembuh tanpa perawatan khusus, namun risiko komplikasi dan kerusakan pembuluh darah hingga kematian tetap ada. "DBD merupakan salah satu jenis penyakit musim hujan yang dapat berujung pada kematian," tegas Kemenkes RI. "Penyakit yang ditandai dengan sakit pada sekujur tubuh dan demam ini dapat mengakibatkan komplikasi serta kerusakan pembuluh darah yang mengarah pada pendarahan fatal dan kebocoran plasma."Untuk mencegah DBD, kita perlu berhati-hati dalam menghadapi musim hujan dan mencegah nyamuk dari berkembang biak.

Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri dari genus leptospira. Di Indonesia, tikus adalah sumber utama penularnya. Infeksi dapat terjadi melalui kontak langsung atau melalui kontak dengan air yang terkontaminasi bakteri Leptospira.Gejala yang muncul akibat leptospirosis termasuk demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, mata merah, menggigil, otot betis sakit, dan sakit perut. Pada kasus tertentu, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan hati, gagal ginjal, meningitis, hingga gagal ginjal.Kemenkes RI mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati saat menghadapi musim hujan dan menghindari kontak dengan air yang mungkin terkontaminasi.

Malaria

Musim hujan merupakan saat perkembangbiakan nyamuk dan wabah akibat gigitan nyamuk mulai meningkat. Malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi parasi plasmodium."Penularan malaria meningkat pada saat musim hujan dan berlangsung setelahnya," kata Kemenkes RI. "Bila terlambat ditangani, wabah malaria akan berkembang dan berisiko mengancam nyawa seseorang yang terjangkit."Mereka juga mengingatkan agar kita tetap berhati-hati dan menggunakan perlindungan seperti net polos saat berada di daerah yang rentan terkena malaria.

Norovirus

Norovirus adalah jenis virus flu perut yang mudah menular dan memiliki gejala serupa dengan diare. Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui air atau makanan yang terkontaminasi."Penyakit ini bisa saja menyerang sewaktu-waktu, tapi akan jadi lebih berbahaya saat kambuh ketika cuaca sedang dingin," kata Kemenkes RI.Maka, kita perlu lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan air yang kita minum saat musim hujan.

Nyeri Sendi

Banyak orang dengan riwayat artitis atau peradangan sendi sering mengalami nyeri dan kaku sendi saat cuaca dingin. Meskipun belum ada bukti pasti tentang hubungan ini, Kemenkes RI tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan penyakit ini.Saat cuaca dingin, kita perlu lebih memperhatikan kondisi sendi kita dan melakukan perawatan yang sesuai jika diperlukan.

Serangan Jantung

Serangan jantung adalah salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia. Saat suhu udara menjadi lebih dingin, tekanan darah meningkat dan membuat jantung harus bekerja ekstra."Belum lagi, ketika cuaca dingin jantung juga harus bekerja lebih berat untuk menjaga suhu tubuh. Maka enggak heran kalau banyak kasus serangan jantung terjadi pada saat cuaca dingin," ujar Kemenkes RI.Maka, kita perlu menjaga kesehatan jantung kita dengan cara yang baik, seperti mengatur gaya hidup sehat dan mengontrol tekanan darah.
More Stories
see more