Mengingat momen-momen berharga bersama keluarga besar, Ibnu menceritakan betapa mendiang ibundanya menikmati setiap pertemuan keluarga di rumahnya. Meskipun kadang suasananya ramai dan penuh kegaduhan, sang mendiang tetap merasa senang dan bahagia. Ia selalu menanti kedatangan anak-anak serta cucu-cucunya untuk berkumpul dan berbagi tawa.
Berkumpul di rumah menjadi momen yang sangat dinantikan oleh sang mendiang. Baginya, keramaian bukanlah gangguan, melainkan sumber kebahagiaan. Setiap kali anggota keluarga berkunjung, wajahnya selalu dipenuhi senyum. Suasana rumah yang biasanya tenang berubah menjadi tempat penuh tawa dan cerita.
Rumah tersebut menjadi magnet bagi semua anggota keluarga. Anak-anak dan cucu-cucu sering menghabiskan waktu dengan berbagai aktivitas bersama. Sang mendiang tak pernah lelah menikmati kehadiran mereka, bahkan ketika suasana menjadi bising. Baginya, suara riuh itu adalah musik terindah yang pernah didengarnya. Dia selalu merasa bahagia saat bisa berinteraksi langsung dengan generasi muda keluarganya, membangun ikatan emosional yang kuat melalui tawa dan canda.
Suasana hangat tercipta setiap kali anggota keluarga berkumpul. Sang mendiang menikmati setiap detik yang dihabiskan bersama. Tidak peduli seberapa sibuk atau lelah dia, kehadiran keluarga selalu membuatnya kembali bersemangat. Interaksi antar generasi menciptakan ikatan yang tak ternilai.
Pertemuan keluarga tidak hanya tentang berkumpul, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih erat. Sang mendiang merasa bahwa momen-momen tersebut sangat berarti. Dia seringkali menjadi pusat perhatian, namun bukan karena dia ingin diperhatikan, melainkan karena dia menikmati setiap kesempatan untuk dekat dengan orang-orang tersayangnya. Canda tawa yang terdengar di setiap sudut rumah menjadi simbol kebahagiaan yang tak terlupakan.