Dalam upaya mendukung program pemerintah untuk membangun 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak industri perasuransian berperan aktif. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menekankan bahwa asuransi dapat memberikan perlindungan kepada konsumen dan kreditur yang terlibat dalam proyek ini. Skema asuransi jiwa kredit dan perlindungan properti menjadi fokus utama dalam mendukung program ini secara menyeluruh.
Program pembangunan 3 juta rumah per tahun merupakan salah satu inisiatif penting dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam mendukung program tersebut, OJK melihat peluang besar bagi industri perasuransian untuk berkontribusi. Industri ini diharapkan dapat memberikan perlindungan finansial kepada debitur dan kreditur yang terlibat dalam pembiayaan rumah. Perlindungan ini mencakup berbagai skema asuransi, seperti asuransi jiwa kredit dan asuransi properti, yang dapat membantu mengurangi risiko keuangan.
Menurut Ogi, skema asuransi jiwa kredit (AJK) dapat diberikan kepada debitur sebagai bagian dari subsidi pemerintah. AJK ini akan memastikan bahwa jika debitur tidak dapat melanjutkan pembayaran pinjaman, pihak kreditur tetap terlindungi. Selain itu, asuransi properti juga dapat dibundling dengan program ini untuk melindungi rumah dari berbagai risiko, seperti kebakaran, banjir, dan gempa bumi. Ini sangat penting karena proyek pembangunan rumah ini merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan perlindungan ekstra.
OJK telah mendiskusikan skema ini dengan berbagai asosiasi asuransi, termasuk Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Untuk efektivitasnya, Ogi menyarankan agar skema ini dilakukan melalui konsorsium pertanggungan, bukan oleh satu perusahaan saja. Konsorsium ini akan mencakup berbagai jenis asuransi, termasuk asuransi umum properti dan produk-produk suretyship, yang dapat melindungi proyek-proyek selama masa pembangunan.
Berpartisipasi dalam program ini tidak hanya akan memberikan manfaat kepada masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga akan memperkuat stabilitas sistem keuangan. Dengan dukungan dari industri perasuransian, program pembangunan rumah ini dapat berjalan lebih lancar dan aman, memberikan perlindungan finansial kepada semua pihak yang terlibat. OJK optimistis bahwa melalui kolaborasi yang kuat, tujuan membangun 3 juta rumah setiap tahun dapat dicapai dengan sukses.