Pasar
Pelemahan Rupiah Menantikan Keputusan Suku Bunga BI
2025-01-15

Pada hari Rabu, 15 Januari 2025, mata uang rupiah mengalami penurunan terhadap dolar AS. Hal ini terjadi di tengah antisipasi pengumuman suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI). Meskipun indeks dolar AS sedikit turun, rupiah tetap melemah dan bergerak ke angka Rp16.310 per dolar AS. Ekonomi global dan perkembangan ekonomi AS yang kuat mempengaruhi ekspektasi pasar tentang kebijakan moneter BI. Para analis memperkirakan bahwa BI akan mempertahankan tingkat suku bunganya di level 6% untuk mengantisipasi ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Penjelasan Detail Tentang Pelemahan Rupiah dan Prospek Kebijakan Moneter BI

Dalam suasana penuh ketegangan di pasar keuangan, mata uang rupiah membuka perdagangan dengan melemah sebesar 0,03%, mencapai posisi Rp16.265 per dolar AS pada Rabu pagi, 15 Januari 2025. Namun, hanya dalam beberapa menit, rupiah kembali merosot ke angka Rp16.310 per dolar AS. Meski demikian, indeks dolar AS/DXY juga mengalami penurunan tipis hingga mencapai 109,25 pada pukul 08:56 WIB.

Kebijakan suku bunga menjadi fokus utama para pelaku pasar. Terakhir kali, BI menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada September 2024, namun sejak Oktober hingga Desember 2024, tingkat suku bunga tetap dipertahankan di level 6%. Berdasarkan survei CNBC Indonesia dari 15 lembaga/institusi, ada konsensus bahwa BI kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunganya di level tersebut selama empat bulan berturut-turut.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, telah menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memastikan inflasi tetap terkendali sesuai target 2,5±1% pada tahun 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ekonom Bank Danamon, Hosianna Situmorang, juga memperkirakan bahwa BI akan tetap mempertahankan suku bunga di 6% sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika ekonomi global yang masih tidak pasti.

Berbagai faktor seperti data ekonomi AS yang solid dan persiapan Inagurasi Trump pada 20 Januari 2025 turut mempengaruhi ekspektasi pasar. Dengan kondisi indeks dolar AS yang terus menguat, BI diperkirakan akan tetap waspada dalam mengambil keputusan.

Dari sudut pandang seorang jurnalis, situasi ini menggambarkan kompleksitas hubungan antara kebijakan moneter dan fluktuasi mata uang. Perubahan kecil dalam kebijakan bank sentral dapat memiliki dampak signifikan pada stabilitas ekonomi nasional. Penting bagi BI untuk mempertimbangkan berbagai faktor global dan domestik agar kebijakan yang diambil dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.

More Stories
see more