Pasar
Penurunan Drastis IHSG di Awal Pekan: Investor Asing Melakukan Penjualan Bersih
2025-01-13

Pada awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam. Di tengah aktivitas jual beli yang intensif, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih dalam jumlah besar. Transaksi mencapai triliunan rupiah, dengan sejumlah saham mengalami pergerakan signifikan. Laporan ini memberikan gambaran umum tentang situasi pasar saham Indonesia dan dampaknya terhadap ekonomi nasional.

Penurunan IHSG pada Senin, 13 Januari 2025

Pada hari Senin, 13 Januari 2025, IHSG ditutup dengan penurunan 1,02% ke posisi 7.016,88. Aktivitas perdagangan menunjukkan nilai transaksi sebesar Rp 11,89 triliun, melibatkan 16,61 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,4 juta kali. Dalam sesi tersebut, terdapat 234 saham yang menguat, 383 saham melemah, dan 186 saham stagnan.

Salah satu poin penting adalah aksi investor asing yang melakukan penjualan bersih sebesar Rp383,46 miliar di seluruh pasar dan Rp407,78 miliar di pasar reguler. Meskipun demikian, ada juga pembelian bersih sebesar Rp24,31 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Berikut adalah daftar sepuluh saham dengan net sell terbesar oleh investor asing:

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) – Rp507,79 miliar
  • PT Petrosea Tbk. (PTRO) – Rp155,80 miliar
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) – Rp64,14 miliar
  • PT Astra International Tbk. (ASII) – Rp52,72 miliar
  • PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) – Rp18,00 miliar
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) – Rp15,49 miliar
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) – Rp13,28 miliar
  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) – Rp12,75 miliar
  • PT Timah Tbk. (TINS) – Rp12,09 miliar
  • PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) – Rp10,02 miliar

Informasi ini menunjukkan bahwa beberapa saham unggulan mengalami tekanan jual yang cukup besar dari investor asing.

Dari perspektif seorang jurnalis, laporan ini menyoroti pentingnya memahami dinamika pasar saham dan perilaku investor asing. Penurunan IHSG yang signifikan dapat menjadi indikator kondisi ekonomi yang lebih luas. Bagi investor, informasi ini penting untuk membuat keputusan yang bijaksana dalam portofolio mereka. Selain itu, ini juga mengingatkan kita akan pentingnya diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko.

More Stories
see more