Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana untuk membahas rencana Initial Public Offering (IPO) perusahaan pelat merah. Direksi BEI menegaskan bahwa persiapan ini telah dimulai, dengan harapan proses IPO dapat berjalan lebih lancar di bawah pemerintahan baru. Meski identitas perusahaan yang akan melakukan IPO belum diungkapkan, sinyal kuat datang dari holding group BUMN tambang MIND ID.
Kolaborasi antara BEI dan Kementerian BUMN terus diperkuat dalam rangka mendukung rencana IPO perusahaan pelat merah. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa komunikasi intensif sedang berlangsung untuk memastikan persiapan IPO berjalan mulus. Meskipun tanggal pertemuan spesifik belum ditentukan, BEI optimistis bahwa proses ini akan lebih mudah dengan dukungan penuh dari pemerintah baru.
Dalam upaya mendukung IPO ini, BEI siap memberikan pendampingan kepada perusahaan yang berminat untuk mendaftarkan diri sebagai emiten. Pendampingan ini mencakup berbagai aspek penting seperti penyiapan dokumen hingga pemahaman tentang regulasi pasar saham. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan pelat merah dapat memasuki pasar saham dengan persiapan yang matang dan profesional.
Holding group BUMN tambang MIND ID menjadi fokus utama dalam rencana IPO perusahaan pelat merah. Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengindikasikan bahwa grup ini memiliki potensi besar untuk menjadi emiten di pasar saham. Meskipun detail spesifik belum tersedia, MIND ID atau salah satu anak usahanya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), dipertimbangkan sebagai kandidat kuat untuk IPO.
Kartika menjelaskan bahwa meskipun belum ada keputusan final dalam jangka pendek, evaluasi mendalam sedang dilakukan untuk menentukan strategi terbaik. Kemungkinan IPO bisa melibatkan MIND ID secara keseluruhan, Inalum, atau bahkan kedua entitas tersebut. Analisis ini bertujuan untuk memilih opsi yang paling efektif dan menguntungkan bagi BUMN serta investor di pasar saham. Proses ini juga mencakup penilaian dampak ekonomi dan operasional dari IPO, serta potensi manfaat jangka panjang bagi industri pertambangan nasional.