Pemikir dan pembicara Miftah Maulana baru-baru ini berbagi wawasan mendalam kepada komunitas yang sering terabaikan. Dalam sebuah diskusi, ia menekankan pentingnya introspeksi diri dan penyesalan tulus atas kesalahan yang telah dilakukan. Pesan utamanya adalah bahwa setiap individu harus terus-menerus melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kesalahan mereka.
Miftah Maulana menyampaikan pemikirannya kepada kelompok yang tergabung dalam organisasi MAOS (Muhasabah On The Street). Organisasi ini berfokus pada pendampingan individu yang hidup di jalanan dan komunitas marginal. Menurut Miftah, siklus melakukan kesalahan dan kemudian bertobat merupakan bagian alami dari perjalanan manusia. Dia menjelaskan bahwa tantangan sejati terletak pada keberanian untuk mengakui kesalahan tersebut dan bertindak untuk memperbaikinya.
Menurut Miftah, sikap yang paling disukai adalah ketika seseorang mampu bangkit kembali setelah melakukan kesalahan. Dia menegaskan bahwa hal ini menunjukkan kekuatan karakter dan komitmen untuk menjadi lebih baik. Dia juga mengingatkan bahwa mengulangi kesalahan tidaklah buruk selama ada niat untuk terus memperbaiki diri.
Dengan pesan yang kuat ini, Miftah Maulana mengajak semua orang untuk merenungi perilaku mereka dan mencari cara untuk meningkatkan diri. Dia menekankan bahwa proses taubat bukan hanya tentang mengakui kesalahan, tetapi juga tentang membuat komitmen nyata untuk perbaikan diri. Pesan ini sangat relevan bagi siapa saja yang ingin menjalani hidup yang lebih bermakna dan berintegritas.