Surah Al-Fatihah, yang dibacakan oleh umat Muslim di seluruh dunia setiap hari, mengandung doa mendalam yang memohon petunjuk ke jalan yang lurus. Dalam setiap pengulangan, hati seorang Muslim dipertajam untuk merenungkan esensi jalan yang benar. Jalan ini bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang kesungguhan dalam menjalani hidup sesuai dengan ajaran agama.
Perjalanan Isra Mikraj menjadi momen penting dalam sejarah Islam yang menggambarkan konsekuensi pilihan antara jalan yang lurus dan yang salah. Ketika Rasulullah ﷺ menyaksikan surga, beliau melihat keindahan dan kebahagiaan abadi yang menanti mereka yang taat. Surga adalah tempat bagi orang-orang yang berusaha keras untuk tetap berada di jalan yang lurus, jalan yang dipenuhi rahmat dan anugerah Allah. Sebaliknya, ketika beliau menyaksikan neraka, beliau merasakan murka Allah yang mengerikan. Neraka adalah tempat bagi mereka yang sengaja memilih jalan yang salah, meskipun telah diberi pengetahuan dan petunjuk.
Dengan merenungi perjalanan Isra Mikraj, kita dapat memahami bahwa doa dalam Surah Al-Fatihah bukan hanya permintaan formal, melainkan pengingat akan tanggung jawab kita sebagai umat yang telah diberi petunjuk. Kita diajak untuk terus memohon agar tetap berada di jalan yang lurus, menjauhkan diri dari kesesatan dan murka Allah. Kisah ini mengajarkan bahwa keimanan harus dijaga dengan kesungguhan hati, karena murka Allah adalah akibat dari kesengajaan berpaling setelah memahami kebenaran. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang diberi nikmat dan terhindar dari murka serta kesesatan.