Dalam tinjauan terbaru, analisis pasar saham di Indonesia menunjukkan bahwa kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama tahun 2024 cukup mengecewakan. Banyak sektor mengalami penurunan signifikan. Namun, para ahli mulai melirik peluang yang mungkin muncul di tahun 2025. Analis Ekuitas Susi Setiawati dari CNBC Indonesia Research membahas potensi perubahan dan tantangan yang dihadapi oleh pasar saham di masa mendatang.
Berada dalam suasana ekonomi yang tidak menentu, kondisi pasar saham Indonesia di tahun 2024 telah menunjukkan performa yang kurang memuaskan. Di tengah-tengah berbagai sektor yang anjlok, para investor dan pemangku kepentingan mencari tahu apa yang bisa diperbaiki dan ditingkatkan di tahun 2025. Pada hari Selasa, 14 Januari 2025, program Closing Bell di CNBC Indonesia menampilkan pembicara utama, Susi Setiawati, seorang analis ekuitas terkemuka. Dalam acara tersebut, Susi menyajikan perspektifnya tentang fundamental pasar saham dan memberikan wawasan tentang langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk memperbaiki situasi.
Dari sudut pandang seorang jurnalis, laporan ini menyoroti pentingnya evaluasi mendalam atas kondisi pasar saham saat ini dan perencanaan yang matang untuk masa depan. Pelajaran yang dapat diambil adalah perlunya adaptasi dan fleksibilitas dalam menghadapi fluktuasi pasar. Ini juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan proaktif dalam mengidentifikasi peluang baru dan mengantisipasi tantangan yang mungkin timbul.