Pasar
Starbucks Menerapkan Kebijakan Baru: Prioritaskan Pelanggan dengan Pembelian
2025-01-15
Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan kopi global Starbucks telah memperkenalkan aturan baru yang menetapkan bahwa pengunjung harus melakukan pembelian jika ingin duduk di gerai atau menggunakan fasilitas toilet. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi pelanggan dan staf.

Kebijakan Baru Ini Diharapkan Membangun Lingkungan Lebih Aman dan Nyaman Bagi Semua Pihak

Pengumuman dan Implementasi Kebijakan

Pada Senin (13/1/2025), Starbucks mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan semua pengunjung untuk melakukan pembelian jika ingin menggunakan fasilitas gerai. Kebijakan ini menggantikan aturan sebelumnya yang memperbolehkan akses bebas tanpa pembelian. Kode etik baru akan dipasang di seluruh gerai Starbucks di Amerika Utara. Kode etik ini mencakup larangan terhadap diskriminasi, pelecehan, konsumsi alkohol dari luar, merokok, vaping, penggunaan narkoba, serta meminta-minta. Pelanggaran aturan dapat berakibat pada dimintanya pengunjung meninggalkan gerai, bahkan pihak gerai berhak memanggil aparat hukum jika diperlukan.

Tujuan dan Latar Belakang Kebijakan

Juru bicara Starbucks, Jaci Anderson, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memberikan prioritas kepada pelanggan yang melakukan pembelian. Aturan ini juga ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua pihak. "Dengan menetapkan ekspektasi yang jelas, kami dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua orang," kata Anderson.Sejak 2018, setelah insiden penangkapan dua pria kulit hitam di Starbucks Philadelphia, perusahaan telah mengubah kebijakannya. Insiden tersebut memicu kecaman luas karena kedua pria itu hanya menggunakan ruang tanpa melakukan pembelian. Howard Schultz, Ketua Starbucks saat itu, menyatakan bahwa ia tidak ingin ada yang merasa direndahkan karena ditolak akses. Namun, sejak aturan itu diberlakukan, banyak laporan perilaku tidak tertib bahkan berbahaya di gerai Starbucks.

Dampak Kebijakan Baru

Pada tahun 2022, Starbucks menutup 16 gerai di AS akibat masalah keamanan seperti penggunaan narkoba dan gangguan lain yang membahayakan staf. Kebijakan baru ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi karyawan dan pelanggan. Selain itu, kebijakan ini menjadi bagian dari langkah CEO baru Starbucks, Brian Niccol, untuk membangkitkan kembali penjualan perusahaan.Niccol berkomitmen untuk mengembalikan suasana ramah dan nyaman khas kedai kopi komunitas yang selama ini menjadi ciri Starbucks. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua pelanggan merasa diterima dan nyaman di gerai Starbucks. Karyawan juga akan mendapatkan pelatihan untuk menerapkan kebijakan baru ini secara efektif.

Respons dan Reaksi Publik

Kebijakan baru ini mendapat respons bervariasi dari publik. Beberapa mendukung upaya Starbucks untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, sementara yang lain khawatir tentang dampak sosial terhadap mereka yang bergantung pada ruang publik seperti Starbucks. Meskipun demikian, Starbucks tetap berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan nyaman bagi semua pelanggan.Perusahaan berharap bahwa dengan kebijakan baru ini, mereka dapat membangun kembali kepercayaan pelanggan dan menciptakan standar baru dalam industri kafe. Kebijakan ini juga menunjukkan komitmen Starbucks untuk terus beradaptasi dengan tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
More Stories
see more