Kebijakan ini menandai langkah signifikan dalam upaya UE untuk mengurangi potensi manfaat militer Rusia dari teknologi sipil. Kalla Kallas menyatakan bahwa konsol game seperti Xbox Microsoft dan PlayStation Sony telah digunakan oleh Rusia untuk mengendalikan drone, sehingga perlu dimasukkan dalam daftar sanksi. Langkah ini mencerminkan peningkatan fokus UE pada pengawasan teknologi yang dapat disalahgunakan.
Perluasan sanksi ini tidak hanya menargetkan produsen utama seperti Sony, Microsoft, dan Nintendo, tetapi juga pedagang di blok UE yang masih mengekspor konsol game ke Rusia, termasuk penjual barang bekas. Meskipun produsen besar telah menangguhkan penjualan langsung sejak awal 2022, produk mereka masih masuk ke pasar Rusia melalui jalur impor paralel.
Sanksi ini memiliki implikasi luas bagi industri game global. Badan intelijen Barat dan Ukraina telah mengklaim bahwa Moskow mengadaptasi elektronik sipil, termasuk semikonduktor dari lemari es dan peralatan rumah tangga, untuk tujuan militer. Hal ini menunjukkan bahwa pembatasan komponen kelas militer telah mendorong inovasi alternatif.
Di sisi lain, industri game merespons proposal ini dengan kritik tajam. CEO Achivka, Yasha Haddazhi, menekankan bahwa tidak ada negara UE yang memproduksi konsol game, mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut. Ia juga mencatat bahwa impor konsol game Rusia bahkan tidak melewati Uni Eropa, menunjukkan kurangnya pemahaman tentang industri ini.
Sanksi Uni Eropa membutuhkan persetujuan bulat dari semua 27 negara anggota. Hongaria, misalnya, sebelumnya mengancam akan memveto sanksi karena keputusan Ukraina untuk menghentikan transit gas Rusia. Namun, setelah mendapatkan jaminan dari UE tentang keamanan energinya, Budapest menyetujui perpanjangan pembatasan yang ada.
Paket sanksi terbaru diperkirakan akan diselesaikan dalam beberapa minggu mendatang. Rusia sendiri telah berulang kali mengecam sanksi Barat, menyebutnya ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional. Negara tersebut menuntut pencabutan segera atas sanksi-sanksi tersebut.