Dalam awal tahun 2025, dunia perfilman Indonesia dipenuhi dengan kegembiraan dengan peluncuran film terbaru yang menampilkan aktris berbakat, Mawar de Jongh. Film bertajuk "Semusim Setelah Kemarau" ini menjadi karya yang sangat emosional dan mendalam bagi Mawar. Dia berbagi pengalaman menguras energinya dalam proses akting, mencakup berbagai emosi seperti marah, sinis, hingga sedih. Karakternya, Kalendra, memiliki kepribadian yang sangat berbeda dari dirinya sehari-hari, sehingga memerlukan rentang emosi yang luas.
Di tengah suasana penuh semangat pada bulan Januari 2025, Mawar de Jongh mempersembahkan penampilannya yang luar biasa dalam film "Semusim Setelah Kemarau". Dalam perjumpaan dengan media di Jakarta Selatan, Mawar menjelaskan bagaimana karakter Kalendra benar-benar berbeda 180 derajat dari kepribadiannya sendiri. Peran ini membutuhkan ekspresi emosi yang kuat tanpa memikirkan waktu yang tepat untuk menyampaikan perasaan tersebut. Mawar merasa tantangan ini menguji batas kemampuan aktingnya, membuatnya harus mengeluarkan segala emosi mulai dari kemarahan hingga kesedihan. Pengalaman ini tidak hanya membawa dia keluar dari zona nyamannya tetapi juga memberikan wawasan baru tentang cinta pertama.
Sebagai seorang penulis, cerita ini mengingatkan kita akan pentingnya keluar dari zona nyaman untuk mencapai potensi maksimal. Mawar de Jongh telah membuktikan bahwa dengan dedikasi dan kerja keras, seseorang dapat menghadapi tantangan dan tumbuh melalui proses tersebut. Film ini bukan hanya sebuah karya seni tetapi juga simbol perjuangan dan transformasi personal.