Shella Saukia akhirnya memberikan tanggapan terhadap pengungkapan pesan pribadinya oleh Nikita Mirzani. Pesan tersebut menunjukkan permintaan bantuan Shella kepada Nikita untuk memfasilitasi perjalanan umrah seseorang bernama Isa Zega. Setelah insiden ini, hubungan antara keduanya menjadi tegang, dan Shella beserta suaminya, Fitra Budiman, mengambil langkah-langkah hukum melawan Nikita. Mereka juga mengungkap adanya sindikat yang mencoba mendominasi industri skincare dengan metode tidak etis.
Melalui media sosial, Shella menyampaikan pesan perdamaian kepada publik, namun tetap mengkritik tindakan sindikat yang menciptakan tekanan pada produk-produk tertentu. Dia berharap semua pihak dapat menemukan solusi damai dan menjaga hubungan baik di antara mereka.
Pengungkapan pesan pribadi Shella Saukia oleh Nikita Mirzani telah memicu situasi yang sangat sensitif. Pesan tersebut menampilkan permintaan bantuan Shella kepada Nikita untuk membantu proses perjalanan umrah seseorang. Hal ini membuat Nikita merasa dimanfaatkan dan merubah sikapnya terhadap Shella. Kini, persahabatan yang pernah erat mulai retak, dan muncul ketidakpercayaan antara keduanya.
Pada awalnya, Shella dan Nikita dikenal sebagai teman dekat. Namun, setelah pesan-pesan tersebut terbongkar, Nikita merasa dirinya disalahgunakan dan mulai mengkritik tindakan Shella. Akibatnya, hubungan mereka memburuk. Shella dan suaminya, Fitra Budiman, kemudian memutuskan untuk melawan Nikita secara hukum. Mereka juga mengungkap adanya sindikat yang mencoba mendominasi industri skincare dengan cara-cara yang tidak etis. Sindikat tersebut menggunakan ulasan tendensius dan selektif untuk mempromosikan atau menekan produk tertentu. Jika seseorang tidak mau berdamai dengan sindikat ini, mereka akan menghadapi berbagai bentuk tekanan dan sanksi yang berdampak negatif pada bisnis mereka.
Shella Saukia dan suaminya, Fitra Budiman, mencoba untuk menyelesaikan konflik dengan pendekatan perdamaian. Melalui Instagram Story, Shella membagikan foto bersama suaminya di dalam mobil sambil menandai beberapa tokoh penting seperti Presiden Prabowo Subianto, Partai Gerindra, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan anggota DPR RI Nazaruddin Dek Gam. Dalam unggahan tersebut, Shella mengekspresikan keinginan kuatnya untuk menjaga perdamaian dan silaturahmi yang baik dengan semua pihak.
Meskipun demikian, Shella tetap mengkritik tindakan sindikat yang mencoba mendominasi industri skincare. Dia menyoroti bahwa sindikat ini menggunakan metode yang tidak etis, termasuk ulasan tendensius dan selektif, untuk mempromosikan atau menekan produk tertentu. Shella menekankan pentingnya keadilan dalam industri ini dan berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan adil. Dia juga mengajak semua pihak untuk mencari solusi damai dan menjaga hubungan baik agar industri skincare dapat berkembang tanpa intervensi yang merugikan.