Pasar
Tiga Tahun Berdiri, Allo Bank Punya Lebih dari 11 Juta Nasabah
2024-12-17
PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) memiliki perjalanan yang menarik. Pada November 2024, bank digital milik CT Corp memiliki lebih dari 11 juta nasabah. Ini merupakan hasil dari pertumbuhan aset bank yang mencapai 10% setiap tahun (yoy), yaitu mencapai Rp14,1 triliun. Kemudian, dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan dan mencapai Rp4,9 triliun pada September 2024.
Perjalanan Keunggulan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
Aspek Pertumbuhan Nasabah
PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) telah berhasil mengakumulasikan lebih dari 11 juta nasabah pada November 2024. Pertumbuhan ini merupakan hasil dari berbagai upaya dan strategi yang dijalankan oleh bank tersebut. Mereka selalu berusaha untuk memberikan layanan yang baik dan memastikan kebutuhan nasabah terpenuhi. Dengan jumlah nasabah yang terus meningkat, bank ini semakin berdaya saing di industri perbankan digital.Para nasabah juga merasa puas dengan layanan yang diberikan oleh bank. Mereka dapat mengakses berbagai fasilitas dan layanan secara online dan mudah. Hal ini membuatnya lebih mudah bagi nasabah untuk mengelola keuangan mereka.Perkembangan Aset dan Dana
Aset bank PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mengalami pertumbuhan sebesar 10% setiap tahun (yoy) dan mencapai Rp14,1 triliun pada November 2024. Ini menunjukkan keunggulan dan kinerja yang baik dari bank tersebut. Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) juga naik menjadi Rp4,9 triliun pada September 2024. Pertumbuhan dana ini memberikan kepercayaan kepada para investor dan nasabah bahwa bank memiliki keuangan yang kuat.Perkembangan aset dan dana ini juga memungkinkan bank untuk melakukan investasi dan memberikan fasilitas keuangan yang lebih baik kepada nasabah. Mereka dapat memanfaatkan dana tersebut untuk mengembangkan bisnis dan memberikan nilai tambah kepada nasabah.Kinerja Keuangan
Dalam kuartal III-2024, Allo Bank mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp302,58 miliar. Pendapatan bunga yang dihasilkan oleh bank mencapai Rp1,08 triliun, naik 10,71% setiap tahun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp976,64 miliar. Begitu juga dengan beban bunga yang naik 19,45% setiap tahun menjadi Rp262,64 miliar pada akhir September 2024 dari tahun sebelumnya sebesar Rp219,87 miliar.Pendapatan bunga bersih Allo Bank mencapai Rp818,69 miliar, naik 8,18% setiap tahun dari tahun sebelumnya sebesar Rp756,77 miliar. Hal ini menunjukkan kinerja yang baik dari bank dalam mengelola keuangan dan menghasilkan keuntungan.Peningkatan Pendapatan Komisi/Provisi/Fee dan Administrasi
Allo Bank juga mengalami peningkatan sebesar 124,37% setiap tahun pada pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi menjadi Rp14,69 miliar pada kuartal III-2024. Pendapatan lainnya juga meningkat dengan 329,29% setiap tahun menjadi Rp136,92 miliar. Ini menunjukkan bahwa bank memiliki berbagai sumber pendapatan yang berkembang dan dapat memberikan nilai tambah kepada nasabah.Peningkatan pendapatan ini juga merupakan hasil dari berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan oleh bank. Mereka selalu berusaha untuk menemukan cara-cara baru untuk meningkatkan pendapatan dan memberikan lebih banyak nilai kepada nasabah.Modifikasi Permodalan
Permodalan Allo Bank tetap tebal dengan rasio kecukupan modal atau CAR sebesar 85,30% pada September 2024, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 84,56%. Hal ini menunjukkan bahwa bank memiliki modal yang cukup dan aman. Modifikasi permodalan ini memberikan kepercayaan kepada para investor dan nasabah bahwa bank memiliki keuangan yang kuat dan dapat bertahan dalam kondisi yang sulit.Modifikasi permodalan ini juga memungkinkan bank untuk melakukan investasi dan mengembangkan bisnis dengan lebih aman. Mereka dapat memanfaatkan modal tersebut untuk mengembangkan produk dan layanan yang lebih baik dan memberikan lebih banyak nilai kepada nasabah.