Banjir yang melanda wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara telah memaksa lebih dari dua ribu penduduk setempat untuk mengungsi. Kondisi ini mendorong BPBD DKI Jakarta untuk segera menyalurkan bantuan logistik kepada para pengungsi. Menurut laporan terakhir, berbagai lokasi pengungsian telah disiapkan di masjid dan rusunawa untuk memberikan perlindungan kepada warga yang terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan di beberapa kelurahan dengan jumlah pengungsi yang berbeda-beda. Di antaranya adalah Kelurahan Cengkareng Timur, Duri Kosambi, Rawa Buaya, Pegadungan, Tegal Alur, dan Rorotan. Setiap lokasi memiliki kapasitas yang berbeda, mulai dari puluhan hingga ratusan jiwa. Selain itu, banjir juga menyebabkan genangan di beberapa ruas jalan utama, membuat mobilitas warga menjadi terganggu.
Pemerintah kota telah bekerja keras untuk merespons situasi darurat ini. Meskipun banjir masih menggenangi sejumlah area, langkah-langkah cepat telah diambil untuk membantu korban. Keberadaan fasilitas pengungsian dan distribusi bantuan logistik menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi warganya. Hal ini bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah, tetapi juga mencerminkan solidaritas sosial yang kuat di antara masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan warga yang terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.