Berita
Proposisi Serangga Sebagai Menu Makan Bergizi Menjadi Kontroversi
2025-01-30

Pernyataan kontroversial dari seorang pejabat pemerintah tentang penggunaan serangga sebagai sumber protein dalam program makanan gratis telah menarik perhatian publik. Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), mengusulkan bahwa serangga seperti belalang dan ulat sagu dapat menjadi bagian dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan ini mendapat respons beragam, mulai dari penasaran hingga kritikan tajam. Banyak yang mempertanyakan apakah anggaran MBG cukup untuk menyediakan makanan bergizi bagi seluruh masyarakat, sehingga muncul usulan tersebut.

Detil Proposisi dan Reaksi Publik

Pada hari-hari musim kemarau di Jakarta, Dadan Hindayana, seorang ahli entomologi yang baru saja dilantik sebagai Kepala BGN, menciptakan gelombang reaksi dengan usulannya. Dia mengemukakan ide bahwa serangga, seperti belalang dan ulat sagu, bisa menjadi alternatif protein dalam program MBG. Di beberapa daerah, konsumsi serangga sudah umum, tetapi usulan ini mengejutkan banyak orang di kota-kota besar. Respons terhadap usulan ini bervariasi; beberapa warganet merasa penasaran dengan latar belakang pendidikan Dadan, sementara yang lain memberikan kritik pedas. Salah satu kritik utama adalah pertanyaan apakah anggaran MBG memadai untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat luas.

Dadan sendiri memiliki riwayat pendidikan yang impresif. Pria asal Garut ini menyelesaikan pendidikan sarjananya di bidang Proteksi Tanaman di Institut Pertanian Bogor pada tahun 1990. Dia kemudian melanjutkan studi S2-nya di Universitas Bonn, Jerman, dengan fokus pada Entomologi Terapan, dan lulus pada tahun 1997. Selain itu, Dadan juga menuntut ilmu di Leibniz Universitat Hannover, Jerman, dan lulus pada tahun 2000. Untuk pendidikan S3, dia kembali ke IPB dan menyelesaikannya. Data dari Science and Technology Index (Sinta) Kemendikbudristek menunjukkan bahwa Dadan memiliki skor 643, dengan jurnalnya disitasi 13 kali pada tahun 2024. Salah satu penelitiannya tentang keanekaragaman serangga diterbitkan pada tahun 2023 dalam Jurnal Entomologi Indonesia.

Sebelum menjabat sebagai Kepala BGN, Dadan adalah dosen Program Studi Pascasarjana Entomologi di Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB. Latar belakang pendidikan dan karirnya menjadikannya seorang ahli di bidang entomologi, meskipun usulan terbarunya memicu diskusi hangat.

Usulan Dadan untuk menggunakan serangga sebagai sumber protein dalam program MBG membuka ruang diskusi tentang inovasi dalam pemenuhan gizi masyarakat. Meskipun kontroversial, usulan ini mengingatkan kita akan pentingnya melihat solusi alternatif dalam mengatasi tantangan gizi, terutama di daerah-daerah dengan sumber daya terbatas. Diskusi ini juga mengajak kita untuk lebih terbuka terhadap diversifikasi sumber protein yang ada di alam sekitar kita.

More Stories
see more