Seri drama terbaru Original Series V+ berjudul "TV, Love, Cinema" akan tayang pada 30 Januari 2025. Serial ini mengisahkan perjalanan hidup Marco, seorang produser konten yang dipindahkan ke Bali karena penolakan cinta. Di sana, ia bertemu dengan Andini, seorang wanita ceria yang menjadi pembawa acara dalam program digital. Kisah cinta yang rumit antara Marco, Andini, dan Taufan, kekasih Andini yang sedang koma, ditampilkan dengan apik. Drama ini mengeksplorasi tantangan profesionalisme, cinta, dan pengorbanan.
Marco, seorang produser konten, mendapat kesempatan baru ketika dipindahkan ke Bali setelah penolakan cinta di Jakarta. Di pulau indah tersebut, ia bertemu Andini, seorang wanita rendah hati yang kemudian bekerja sama dengannya dalam program digital. Hubungan profesional mereka mulai berkembang menjadi sesuatu yang lebih pribadi, namun Marco merasa dilema antara profesionalisme dan perasaan cintanya.
Awalnya, kehadiran Marco di Bali tampak seperti langkah profesional biasa. Namun, pertemuan tak terduga dengan Andini membawa perubahan besar dalam hidupnya. Andini, dengan kepribadian ceria dan ramahnya, tidak hanya menjadi rekan kerja yang sempurna tetapi juga membuat Marco jatuh hati. Meski demikian, Marco merasa sulit untuk menyatakan perasaannya karena tanggung jawab profesionalnya. Dilema ini semakin rumit ketika Marco harus mengorbankan banyak hal demi membantu Andini dan Taufan, kekasih Andini yang sedang koma akibat kecelakaan. Situasi ini menciptakan konflik internal yang mendalam bagi Marco, antara kewajiban pekerjaan dan perasaan cinta yang tumbuh.
Seiring waktu, hubungan antara Marco dan Andini semakin intens. Marco merasa semakin dekat dengan Andini, namun ia juga merasa sulit untuk mengungkapkan perasaannya. Bobi, sahabat dekat Marco, memberikan nasihat penting bahwa terlalu menjaga profesionalisme bisa menyakitinya jika terus menahan perasaan tersebut. Sementara itu, Andini berjuang dengan kenyataan bahwa Taufan mungkin tidak akan bangun dari koma.
Hubungan Marco dan Andini semakin intens seiring berjalannya waktu. Marco merasa semakin terhubung dengan Andini, namun ia juga merasa semakin sulit untuk mengungkapkan perasaannya. Bobi, sahabat dekat Marco, memberikan pandangan baru bahwa profesionalisme yang berlebihan justru dapat menyakitinya jika ia terus menahan perasaan tersebut. “Kalau udah ada perasaan, bilang aja. Lo sakit karena lo tahan itu,” kata Bobi, yang membuat Marco mempertimbangkan ulang sikapnya. Sementara itu, Andini berjuang dengan kenyataan bahwa Taufan, kekasihnya yang masih koma, mungkin tidak akan kembali seperti dulu. Meski tahu bahwa hanya alat bantu hidup yang meresponsnya, Andini tetap berbicara kepadanya. Suatu hari, Andini mengenang pertemuan pertama dengan Marco dan Bobi di jalanan, sebuah momen yang tidak ia duga akan membawa perubahan besar dalam hidupnya. Meski hubungan mereka semakin dekat, Andini masih terikat dengan kenangan Taufan, meskipun kecelakaan telah mengubah segalanya. Drama ini mengeksplorasi kompleksitas emosi dan tantangan yang dihadapi oleh para karakter utama dalam menjalin hubungan cinta di balik layar digital.