Gaya Hidup
Daftar 3 Brand Kecantikan Lokal yang Bangkrut, Ini Penyebabnya
2024-10-05

Merek Kecantikan Lokal Tumbang, Bagaimana Strategi Bertahan di Tengah Gempuran Produk Impor?

Industri kecantikan di Indonesia mengalami dinamika yang menarik. Di satu sisi, pertumbuhan jumlah pelaku usaha di sektor ini mencapai 20,6% dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di sisi lain, beberapa merek kecantikan lokal yang sempat populer terpaksa harus menutup bisnisnya. Fenomena ini menjadi sorotan, mengingat potensi pasar kecantikan di Indonesia yang sangat besar.

Menjaga Daya Saing di Tengah Gempuran Produk Impor

Tumbangnya Merek Kecantikan Lokal

Dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya ada tiga merek kecantikan lokal yang terpaksa harus menutup bisnisnya di Indonesia. Mereka adalah SYCA, Noolab, dan Innertrue. Masing-masing merek memiliki alasan tersendiri, namun secara umum, mereka tidak dapat bertahan dalam persaingan yang semakin ketat.SYCA, merek kosmetik dan perawatan kulit yang didirikan pada 2019, terpaksa mengumumkan penutupan bisnisnya pada 30 September 2024. Melalui akun Instagram resmi, SYCA menyampaikan bahwa ini adalah keputusan yang berat, namun mereka percaya sudah saatnya untuk membuka lembaran baru.Sebelum SYCA, merek skincare lokal Noolab juga telah terlebih dahulu angkat kaki dari industri kecantikan Indonesia pada 5 Juni 2024. Noolab mengaku bahwa pihaknya harus pamit akibat nama merek yang ditolak untuk yang kedua kalinya oleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI).Sementara itu, Innertrue, merek skincare lokal yang berdiri sejak 2019, juga mengumumkan penutupan bisnisnya pada 15 Juni 2023. Melalui akun Instagram resmi, Innertrue menyampaikan bahwa setelah melalui banyak pertimbangan selama satu tahun terakhir, akhirnya perusahaan memutuskan untuk mengubah haluan.Tumbangnya merek-merek kecantikan lokal ini sebenarnya sudah diramalkan sejak cukup lama. Pada Desember 2023, CEO Female Daily, Hanifa Ambadar, memprediksi bahwa pada 2024 akan ada banyak merek kecantikan lokal yang tumbang akibat kalah bersaing dengan kompetitor.

Gempuran Produk Impor sebagai Ancaman Utama

Selain semakin menjamurnya berbagai merek, gempuran produk kecantikan impor juga menjadi salah satu senjata yang mampu mematikan merek lokal. Hal ini diungkapkan oleh founder sekaligus CEO AVO Innovation Technology, Anugerah Pakerti.Anugerah mengaku bahwa gempuran produk impor yang terjadi di Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan, khususnya produk kosmetik dari China. Hal ini juga didukung oleh kemajuan teknologi, seperti platform e-commerce yang terus berkembang sejak Pandemi Covid-19.Kekhawatiran ini semakin membesar saat banyak merek lokal dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang masih menggunakan cara-cara tradisional untuk pemasaran produk. Pembatasan perdagangan internasional yang kembali dibuka serta semakin banyaknya platform bagi para pelaku bisnis justru membuat pasar brand lokal semakin tertekan."Jika dibandingkan dengan tiga tahun lalu dalam periode transisi pandemi dan setelah pandemi, lompatan barang dari luar sangat signfikan. Ini menjadi tekanan dari brand lokal. Ini membuat resah semuanya," kata Anugerah dalam diskusi interaktif program "Beauty Journey" CNBC Indonesia TV pada Agustus 2024 lalu.

Strategi Bertahan di Tengah Gempuran

Melihat kondisi tersebut, Anugerah menyebut bahwa pemerintah perlu menjalankan strategi khusus dan memberi dukungan kuat agar produk-produk UMKM mampu memiliki daya saing yang kuat.Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan meningkatkan kualitas produk dan inovasi. Merek-merek lokal harus terus berinovasi dan menghadirkan produk-produk yang dapat bersaing dengan produk impor, baik dari segi kualitas maupun harga.Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi kunci penting bagi merek lokal untuk dapat bertahan. Dengan memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial, merek-merek lokal dapat menjangkau konsumen secara lebih luas dan efektif.Tidak kalah penting, merek lokal juga harus membangun brand awareness dan loyalitas konsumen. Strategi pemasaran yang tepat dan konsisten dapat membantu merek lokal untuk tetap diingat dan dipilih oleh konsumen di tengah gempuran produk impor.Dengan menerapkan strategi yang tepat, diharapkan merek-merek kecantikan lokal dapat bertahan dan terus berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat. Dukungan pemerintah dan kerja sama yang erat antara pelaku industri juga menjadi kunci penting untuk menjaga daya saing produk-produk lokal.
More Stories
see more