Saat industri perfilman dunia mempersiapkan diri untuk acara bergengsi seperti Oscar, nama-nama besar selalu menjadi sorotan. Nicole Kidman, salah satu aktris terkemuka Hollywood, kini berada dalam situasi yang menantang. Setelah absennya dari nominasi BAFTA, banyak yang bertanya-tanya apakah ini akan berdampak pada peluangnya di Oscar. Meskipun demikian, Kidman tetap fokus pada kualitas aktingnya dalam "Babygirl", sebuah film yang telah mendapat perhatian luas sejak rilisnya.
BAFTA dikenal sebagai salah satu indikator kuat untuk prediksi Oscar. Penghargaan ini sering kali mencerminkan tren dan preferensi juri Oscar. Namun, meski beberapa pemenang BAFTA akhirnya meraih Oscar, tidak semua nominasi BAFTA berhasil mencapai prestasi serupa. Dalam kasus Nicole Kidman, kegagalan meraih nominasi BAFTA mungkin bukanlah pertanda buruk mutlak untuk Oscar. Banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil akhir, termasuk kampanye pemasaran dan sentimen publik.
Kidman sendiri telah membuktikan kemampuannya dalam berbagai genre film, mulai dari drama hingga thriller. Penampilannya yang emosional dan kuat dalam "Babygirl" telah mendapat apresiasi dari para kritikus dan penonton. Meski SAG dan Critics' Choice Awards juga belum memberikan nominasi, hal ini tidak mengurangi kualitas aktingnya. Sebaliknya, ini bisa menjadi dorongan bagi Kidman untuk lebih giat mempromosikan film tersebut dan memperkuat posisinya dalam persaingan Oscar.
Nominasi BAFTA tahun ini menampilkan deretan nama yang mengejutkan. Cynthia Erivo dengan perannya dalam "Wicked", Karla Sofía Gascón dalam "Emilia Pérez", Marianne Jean-Baptiste dalam "Hard Truths", Mikey Madison dalam "Anora", Demi Moore dalam "The Substance", dan Saoirse Ronan dalam "The Outrun" menjadi pesaing kuat. Kehadiran nama-nama baru dan veteran ini menciptakan dinamika kompetisi yang menarik. Masing-masing aktris memiliki cerita unik dan performa yang patut dipertimbangkan.
Berbeda dengan Kidman, beberapa nominasi BAFTA telah meraih pengakuan sebelumnya di ajang-ajang penghargaan lainnya. Misalnya, Cynthia Erivo telah mendapat pujian atas kemampuannya memerankan karakter kompleks. Sementara itu, Saoirse Ronan kembali menunjukkan ketangguhannya dalam film independen "The Outrun". Dinamika ini membuat persaingan semakin sengit, namun juga menciptakan ruang bagi penilaian yang lebih objektif dan inklusif. Kidman harus berusaha keras untuk meyakinkan juri bahwa "Babygirl" layak mendapat perhatian lebih.
Di tengah ketidakpastian industri, pendapat publik tetap menjadi faktor penting. Banyak penggemar dan penonton umum yang menyatakan dukungan mereka kepada Nicole Kidman. Film "Babygirl" telah menjadi topik hangat di berbagai platform media sosial, dengan banyak yang memuji penampilan Kidman sebagai salah satu yang terbaik dalam karirnya. Hal ini menunjukkan bahwa ada minat besar dari audiens untuk melihat Kidman meraih penghargaan tingkat tinggi.
Seiring waktu, apresiasi terhadap kinerja Kidman terus meningkat. Para kritikus juga mulai memberikan ulasan positif, menyoroti bagaimana dia mampu menghadirkan karakter yang mendalam dan berarti. Ini menjadi modal berharga bagi Kidman dalam upayanya meraih nominasi Oscar. Meski tantangan masih ada, dukungan dari publik dan penilaian kritis bisa menjadi bekal yang kuat untuk melanjutkan perjalanan menuju Oscar.