Pasar
Pertumbuhan Kredit di Indonesia Diproyeksikan Meningkat pada 2025
2025-01-15

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit di Indonesia akan meningkat hingga 11%-13% pada tahun 2025. Angka ini melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya, di mana pertumbuhan kredit diperkirakan berada pada kisaran 10%-12%. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mencatat bahwa hingga Desember 2024, industri perbankan telah mencatat pertumbuhan kredit dua digit sebesar 10,93%. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi, serta pembiayaan syariah dan kredit bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Proyeksi ini sejalan dengan prospek ekonomi yang baik dan dukungan kebijakan makroprudensial.

Kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) yang diterapkan oleh Bank Indonesia mulai Januari 2025 dipercaya akan mendorong pertumbuhan kredit lebih lanjut. Insentif ini akan difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti pertanian, perdagangan, manufaktur, transportasi, pergudangan, pariwisata, real estate, perumahan rakyat, UMKM, dan industri hijau. Perry mengungkapkan bahwa realokasi alat likuid ke kredit dan dampak positif dari KLM akan menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan ini.

Berbagai indikator keuangan juga menunjukkan ketahanan yang kuat dalam menghadapi risiko. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan pada November 2024 mencapai 26,89%, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada di angka 2,19% dan NPL net 0,75%. Meskipun demikian, Bank Indonesia tetap waspada terhadap ketidakpastian pasar keuangan global. Hasil uji ketahanan stress test menunjukkan bahwa perbankan Indonesia memiliki kemampuan yang kuat untuk menghadapi berbagai risiko, ditopang oleh profitabilitas korporasi yang terjaga.

Dengan langkah-langkah preventif dan sinergi yang kuat antara Bank Indonesia dan otoritas keuangan lainnya, diharapkan stabilitas sistem keuangan dapat terus terjaga. Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, serta memitigasi potensi gangguan yang dapat mempengaruhi stabilitas sistem keuangan nasional.

More Stories
see more