Gaya Hidup
10 Jurusan yang Paling Disesali Mahasiswa Setelah Lulus
2024-10-05

Pilihan Jurusan Kuliah yang Paling Disesalkan: Mengapa Gaji Masih Menjadi Faktor Utama?

Memilih jurusan kuliah yang tepat dapat menjadi kunci keberhasilan seseorang dalam karier. Namun, tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang menyesali pilihan jurusan mereka. Survei terbaru mengungkapkan beberapa jurusan yang paling banyak disesalkan oleh para lulusan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan mereka terhadap bidang studi yang dipilih.

Mengapa Gaji Masih Menjadi Pertimbangan Utama Saat Memilih Jurusan Kuliah?

Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesalkan

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh ZipRecruiter terhadap lebih dari 1.500 lulusan perguruan tinggi yang sedang mencari pekerjaan, terdapat beberapa jurusan yang paling banyak disesalkan oleh para lulusan. Jurusan jurnalisme, sosiologi, komunikasi, dan pendidikan menempati posisi teratas dalam daftar tersebut. Selanjutnya ada Seni, Marketing, Pendampingan Medis, Ilmu Politik dan Pemerintah, Biologi, dan Sastra/Bahasa Inggris.Menurut ekonom utama ZipRecruiter, Sinem Buber, selama masa kuliah mereka memang tertarik pada bidang yang dipilih. Namun, ketika lulus, mereka dihadapkan pada kenyataan soal keuangan. "Ketika hampir tidak dapat membayar tagihan Anda, gaji Anda terasa menjadi lebih penting," kata Buber.

Jurusan Kuliah dengan Prospek Karier dan Gaji Tinggi

Secara keseluruhan, jurusan kuliah dengan bayaran tertinggi menghasilkan US$3,4 juta lebih banyak daripada jurusan dengan bayaran terendah. Lulusan yang memasuki dunia kerja dengan prospek karier cemerlang dan gaji awal tinggi paling puas dengan bidang studi mereka.Survei ZipRecruiter menunjukkan bahwa sangat sedikit lulusan jurusan ilmu komputer yang menyesali pilihan ini. Hal tersebut dilatarbelakangi karena gaji awal tahunan yang rata-rata hampir US$100.000. Kemudian mahasiswa yang mengambil jurusan kriminologi, teknik, keperawatan, serta bisnis dan keuangan juga merasa sangat senang dengan pilihan mereka.

Pergeseran Prioritas: Keamanan Kerja Menjadi Lebih Penting

Meskipun gaji masih menjadi faktor paling penting, Buber menjelaskan bahwa keamanan pekerjaan sekarang menjadi lebih penting. Hal ini terjadi setiap kali ada ketakutan akan resesi."Gaji masih yang paling penting. Tetapi keamanan pekerjaan sekarang menjadi lebih penting. Itu terjadi setiap kali kita memiliki ketakutan akan resesi," ujar Buber.Dengan demikian, pilihan jurusan kuliah tidak hanya dipengaruhi oleh minat dan passion, tetapi juga oleh prospek karier, gaji, dan keamanan pekerjaan. Lulusan yang memilih jurusan dengan prospek yang cerah dan gaji tinggi cenderung lebih puas dengan pilihan mereka, meskipun faktor keuangan tetap menjadi pertimbangan utama.
More Stories
see more