Pertumbuhan signifikan terjadi di pasar saham Indonesia pada Rabu (15/1/2025) setelah Bank Indonesia membuat keputusan penting. Pada sesi II perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan hingga 1% dan mencapai posisi 7.025,92. Keputusan tak terduga dari Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga acuan telah mendorong optimisme investor.
Kebijakan baru ini memberikan dampak positif yang cepat pada pasar modal. Volume transaksi mencapai sekitar Rp 6,6 triliun dengan total 14 miliar lembar saham diperdagangkan dalam lebih dari satu juta kali transaksi. Kenaikan ini mengembalikan IHSG ke level psikologis 7.000 setelah sebelumnya berada di level 6.900. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan atau BI rate menjadi 5,75%, turun dari tingkat sebelumnya, yang telah bertahan selama empat bulan.
Dengan langkah ini, Bank Indonesia menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Keputusan tersebut juga mencerminkan upaya bank sentral untuk merespons dinamika ekonomi global dan domestik. Hal ini membuka peluang bagi investasi yang lebih besar serta meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia secara global, memberikan dorongan kuat bagi ekonomi nasional.