Dalam perkembangan terbaru, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge telah menjadi objek investasi bagi sejumlah pengusaha ternama. Transaksi saham yang melibatkan Hashim S. Djojohadikusumo, Arwin Rasyid, dan Fadel Muhammad menunjukkan minat kuat dari berbagai pihak untuk memperkuat posisi perusahaan dalam sektor teknologi digital. Selain itu, kolaborasi antara WIFI dan OREX SAI bertujuan untuk mengurangi kesenjangan konektivitas digital di Indonesia melalui solusi 5G Fixed Wireless Access (FWA).
Pada tanggal 23 Desember 2024, Hashim S. Djojohadikusumo, adik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, melalui PT Arsari Sentra Data, melakukan transaksi pembelian saham PT Investasi Sukses Bersama. Dengan ini, PT Arsari Sentra Data mendapatkan 45% saham PT Investasi Sukses Bersama, yang secara tidak langsung memberikan mereka kepemilikan 22,55% saham WIFI.
Sementara itu, Tinawati masih memiliki 24,8% saham WIFI melalui kepemilikan 99% PT Solusi Sinergi Digital. Di sisi lain, Arwin Rasyid juga melakukan transaksi serupa dengan membeli 27,22% saham PT Media Wiguna Nusantara dari PT Sinergi Investasi Digital, sehingga mendapatkan 7,5% kepemilikan secara tidak langsung. Fadel Muhammad ikut serta dengan membeli 27,22% saham PT Media Wiguna Nusantara, memberinya 7,5% kepemilikan secara tidak langsung.
Sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan digital, WIFI telah menjalin kemitraan dengan OREX SAI, INC., sebuah perusahaan patungan antara NTT DOCOMO dan NEC Corporation. Program SURGE-OREX SAI Affordable Internet Disruptive bertujuan untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi kepada jutaan rumah tangga di Indonesia, terutama di daerah yang kurang terlayani. Tujuan akhirnya adalah untuk memperluas konektivitas ke hingga 40 juta rumah tangga pada tahun 2025.
Melalui kolaborasi ini, WIFI dan OREX SAI berkomitmen untuk menghadirkan solusi 5G Fixed Wireless Access (FWA) berbasis teknologi Open RAN. Uji coba kelayakan dan implementasi pra-komersial akan dilakukan pada tahun 2025 untuk memastikan layanan dapat mencapai masyarakat yang membutuhkan.
Berita ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara perusahaan swasta dan institusi teknologi untuk mengatasi tantangan konektivitas digital di Indonesia. Dengan lebih dari 93 juta rumah tangga yang masih menghadapi akses internet terbatas, langkah-langkah seperti ini sangat diperlukan untuk mewujudkan pemerataan digital yang inklusif. Melalui inisiatif ini, harapannya adalah untuk membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia.