Berita
Penyidik Polisi Terjerat Kasus Pemerasan Anak Bos Prodia
2025-01-30

Polda Metro Jaya mengungkap kasus pemerasan yang melibatkan empat petugas polisi, termasuk AKBP Gogo Galesung. Mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan ini dan tiga rekannya diduga terlibat dalam aksi pemerasan seorang anak dari perusahaan besar, Prodia, dengan nilai mencapai Rp20 miliar. Gogo, yang baru saja naik jabatan menjadi Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kini ditahan bersama rekan-rekannya di Pengamanan Internal (Paminal) Polda Metro Jaya. Sebelumnya, Gogo dikenal karena penanganan kasus-kasus menonjol seperti pembunuhan ayah dan nenek di Lebak Bulus.

Karier Gogo Galesung dimulai pada tahun 2006 setelah lulus dari Akademi Kepolisian. Ia telah memegang berbagai posisi penting dalam karirnya, termasuk sebagai Kepala Satuan Narkoba Polres Lebak, Banten, dan Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Banten. Pada tahun 2018, ia dipindahkan ke Polres Metro Bekasi Kota, di mana ia berhasil mengungkap kasus pembunuhan wanita yang mayatnya ditemukan di dalam koper di Cikarang Barat, Bekasi. Prestasinya tersebut membawa Gogo ke posisi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan pada Agustus 2024, menggantikan AKBP Bintoro.

Selama masa jabatannya, Gogo terkenal karena penanganan kasus pembunuhan ayah dan nenek oleh seorang anak di Perumahan Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Dalam penyelidikan TKP, Gogo mengungkap bahwa pelaku mendapat bisikan saat tidur, yang membuatnya merasa tidak bisa tidur dan merasa resah. Ini menjadi salah satu fokus utama dalam investigasi awal.

Berkaitan dengan kasus pemerasan, Gogo dan tiga rekannya—AKBP Bintoro, AKP Ahmad Zakaria, dan ND—dituduh melakukan aksi ilegal terhadap anak bos Prodia. Keempat tersangka telah dimutasi dari jabatannya dan ditahan di Bidang Propam Polda Metro Jaya. Keputusan ini diambil setelah adanya bukti kuat yang mengarah kepada mereka. Penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap lebih lanjut tentang motif dan mekanisme pemerasan tersebut.

Peristiwa ini menandakan langkah tegas Polda Metro Jaya dalam menangani korupsi internal. Karier Gogo Galesung, yang sempat gemilang dengan prestasi-prestasinya, kini harus berhadapan dengan tuduhan serius. Ke depan, proses hukum akan menentukan nasib empat petugas polisi ini. Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk memastikan bahwa kasus ini dapat diselesaikan secara transparan dan profesional.

More Stories
see more