Dalam sebuah perusahaan bernama Cakradinata, Yasmin tiba-tiba muncul dengan niat membeli saham milik Rangga. Permintaan ini ditolak oleh Rangga yang merasa tidak setuju dengan ide tersebut. Di sisi lain, Alysa menghadapi masalah pribadi yang membuatnya panik dan bingung, terutama ketika berpikir tentang masa depannya.
Yasmin memasuki kantor dengan tujuan memperoleh kontrol lebih besar melalui pembelian saham. Ia menempati ruangan Rangga dan memberikan instruksi kepada staf. Ini menciptakan situasi yang tidak nyaman bagi Rangga, yang merasa bahwa posisinya terancam. Rangga menunjukkan penolakan kuat terhadap usulan Yasmin.
Ketegangan semakin meningkat saat Yasmin mengambil alih beberapa aspek operasional perusahaan. Dia memerintahkan Ririn untuk menyiapkan jadwalnya sendiri, menandakan perubahan dalam struktur organisasi. Rangga merespons dengan kekecewaan, meminta Ririn untuk meninggalkan ruangan. Perubahan mendadak ini menimbulkan pertanyaan tentang arah baru perusahaan di bawah kepemimpinan Yasmin.
Alysa mengalami periode sulit pribadi yang mempengaruhi emosinya. Dia merasa takut dan cemas, terutama berkaitan dengan kondisi kesehatannya. Ketidakpastian ini membuat Alysa ragu untuk berbagi informasi penting dengan orang lain, termasuk Romeo.
Kecemasan Alysa semakin bertambah karena dia khawatir tentang konsekuensi jika informasi tersebut tersebar. Dia merasa bahwa membicarakan masalahnya dengan Romeo dapat membawa dampak negatif. Situasi ini membuat Romeo juga merasa bingung, mencoba memahami sikap Alysa yang berubah-ubah. Pertanyaan tentang langkah selanjutnya Alysa menjadi misteri yang belum terpecahkan.