Blok M Plaza pertama kali berdiri pada tahun 1990 dan sejak awal, telah menjadi titik fokus bagi masyarakat Jakarta, khususnya kelas menengah atas. Pada 30 Mei 1997, Ibu Negara Tien Soeharto melakukan resmian Blok M Plaza, yang pada saat itu memiliki 7 lantai dan dapat menampung sekitar 300 toko yang menawarkan barang-barang mahal dan eksklusif. Untuk memastikan ketersediaan tempat parkir yang memadai, pihak pengelola menyediakan 700 kantong parkir khusus roda empat dan 200 tempat parkir kendaraan roda dua.
Sejak berdiri hingga kini, pengelolaan Blok M Plaza dikendalikan oleh PT Pakuwon Jati Tbk, yang beroperasi di bawah bendera Pakuwon Group milik Alexander Tedja. Alexander Tedja adalah pengusaha properti yang berkeahlian dalam mengembangkan berbagai proyek properti, seperti kondominium, hotel, mall, dan perkantoran di Jakarta dan Surabaya.
Blok M Plaza memberikan kesempatan bagi masyarakat Jakarta untuk melakukan belanja mewah dan eksklusif tanpa perlu pergi ke luar negeri. Dengan adanya lebih dari 300 toko yang menawarkan barang-barang berkualitas tinggi, masyarakat dapat menemukan berbagai produk dari berbagai merek. Ini membuat Blok M Plaza menjadi pilihan favorit bagi orang-orang yang mencari pengalaman belanja yang unik.
Tidak hanya itu, Blok M Plaza juga memiliki fasilitas yang memadai, seperti tempat parkir yang luas dan nyaman. Ini memudahkan para pelanggan untuk datang dan berbelanja dengan tenang. Selain itu, lokasi Blok M Plaza yang strategis di tengah kota juga membuatnya mudah dijangkau oleh banyak orang.
Alexander Tedja, pengusaha properti yang awalnya berbisnis di industri film, memiliki berbagai properti di Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta, milikannya mencakup Blok M Plaza, Mal Kota Kasablanka (Kokas), dan Gandaria City. Di Surabaya, portofolio propertinya mencakup pusat perbelanjaan mewah seperti Tunjungan Plaza, Supermal Pakuwon, dan Pakuwon City.
Kepemilikan tersebut telah membuat Alexander Tedja termasuk dalam daftar orang terkaya. Pada 2022, Forbes mengakui keberhasilannya dengan meletakkan dia sebagai orang terkaya ke-47 dengan harta sebesar US$ 1,1 miliar atau Rp 16 triliun. Keberhasilan ini didapatkan melalui kerja sama dengan istrinya, Melinda Tedja, dalam menguasai ladang bisnis properti dan mall di negeri ini.