Pasar
Indeks Dow Jones Melemah di Awal 2024, Potensi Terburuk sejak 1970-an
2024-12-17
Jakarta, CNBC Indonesia - Pada awal bulan Desember 2024, Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan yang cukup signifikan. Indeks yang terdiri dari 30 saham utama turun 215 poin atau 0,5%. Ini bukan hanya penurunan tunggal, tetapi juga berpotensi menjadi sembilan hari berturut-turut penurunan pertama kali sejak tahun 1970-an. Indeks lainnya seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mengalami penurunan sebesar 0,5%.
Anomali Pasar dan Rekor Rekor
Penurunan beruntun Dow Jones ini terjadi sehari setelah indeks tersebut ditutup di atas 45.000 poin untuk pertama kalinya. Hal ini tampaknya menjadi anomali karena secara keseluruhan, pasar masih berada dalam kondisi yang baik. Indeks S&P 500 telah mencetak rekor tertinggi baru pada 6 Desember dan saat ini hanya kurang dari 1% dari level tertingginya. Sementara itu, Nasdaq Composite juga mencapai rekor baru pada Senin.Pendorong dan Resiko
Pendorong utama penurunan Dow adalah pergeseran investasi ke saham teknologi dan penurunan minat pada saham old economy. Nvidia, anggota baru sektor teknologi di Dow yang baru bergabung bulan lalu, mengalami kesulitan meskipun sektor teknologi sedang naik. Saham Nvidia tergelincir ke koreksi pasar pada Senin dan kembali turun dalam perdagangan pra-pasar pada Selasa. Di sisi lain, Broadcom melonjak ke level tertinggi baru, menarik minat investor karena saham chip yang "dicintai" saat ini. Namun, ada kekhawatiran bahwa bank sentral bisa犯错 (melakukan kesalahan), yang berisiko memicu gelembung pasar saham atau meningkatkan inflasi.Persepsi Pedagang dan Proyeksi
Beberapa kekhawatiran yang mendorong aksi ambil untung pada saham non-teknologi berkaitan dengan keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan pada Rabu. Pedagang memperkirakan peluang 97% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Namun, ada kepercayaan bahwa proyeksi suku bunga Fed tahun 2025 akan lebih hawkish, menunjukkan moderasi dalam laju pemangkasan suku bunga untuk 2025. Chris Brigati, Kepala Investasi di SWBC, mengatakan, "Meski kami memperkirakan Federal Reserve akan melanjutkan pemangkasan suku bunga 25 basis poin yang telah diisyaratkan sebelumnya, karena data terbaru tidak cukup inflasioner untuk mengubah arah kebijakan bulan Desember, kami memperkirakan proyeksi suku bunga Fed tahun 2025 akan lebih hawkish."