Kecelakaan mengerikan mengguncang wilayah utara Sudan Selatan, merenggut nyawa 20 orang dari total 21 penumpang. Insiden ini terjadi pada hari Rabu, ketika pesawat yang baru saja lepas landas menuju ibu kota Juba jatuh tidak jauh dari bandara. Menurut laporan resmi, pesawat tersebut menabrak tanah tak lama setelah takeoff di dekat ladang minyak di Negara Bagian Unity.
Menteri Informasi Negara Bagian Unity, Gatwech Bipal Both, memberikan pernyataan bahwa pesawat jatuh sejauh 500 meter dari bandara. Dari jumlah penumpang dan awak pesawat, hanya satu orang yang berhasil selamat—seorang insinyur Sudan Selatan yang bekerja di ladang minyak. Korban selamat langsung dilarikan ke rumah sakit di Negara Bagian Bentiu untuk mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan.
Pesawat yang jatuh adalah pesawat penumpang Ukraina yang disewa oleh Greater Pioneer Operating Company (GPOC) dan dioperasikan oleh Light Air Services Aviation Company. Pesawat tersebut sedang menjalankan misi rutin ketika terjadi kecelakaan. Pemerintah negara bagian menyatakan akan menyelidiki penyebab pasti dari insiden ini. Meskipun belum ada informasi lebih lanjut, spekulasi awal menunjukkan kemungkinan adanya masalah mekanis.
Tragedi ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan dalam industri penerbangan. Meski insiden semacam ini jarang terjadi, setiap kehilangan jiwa merupakan hal yang tragis. Semoga investigasi dapat membantu memahami penyebab kecelakaan agar langkah-langkah preventif dapat diterapkan untuk menghindari insiden serupa di masa depan.