Pada akhir perdagangan Senin (13/1/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 1,02%, mencapai posisi 7.016,88. Penyebab utama dari penurunan ini adalah laporan pekerjaan terbaru dari Amerika Serikat yang kurang memuaskan, sehingga meredupkan harapan investor untuk pemangkasan suku bunga bank sentral AS dalam waktu dekat. Selama sesi perdagangan, IHSG konsisten bergerak di zona negatif dan mencapai nilai transaksi hingga Rp 11,4 triliun. Sektor industri dan keuangan menjadi penekan utama dengan penurunan masing-masing sebesar 1,3% dan 1,21%. Emiten perbankan raksasa, energi baru terbarukan, serta otomotif juga berkontribusi pada penurunan ini.
Sentimen global, terutama peningkatan tajam dolar AS dan laporan pekerjaan AS yang mengecewakan, telah mempengaruhi performa IHSG. Indeks dolar AS (DXY) saat ini berada di level psikologis 109. Data lapangan kerja AS menunjukkan penambahan 256.000 pekerjaan pada Desember 2024, lebih tinggi dari ekspektasi ekonom sebesar 155.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,1%, sementara imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun melonjak ke level tertinggi sejak akhir 2023. Hal ini dapat meredupkan harapan investor untuk pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Berbagai faktor eksternal telah berperan penting dalam penurunan IHSG hari ini. Laporan pekerjaan AS yang melebihi ekspektasi dan kenaikan dolar AS telah membawa dampak negatif pada pasar saham Indonesia. Emiten perbankan raksasa, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, menjadi salah satu penyumbang utama penurunan tersebut. Selain itu, emiten energi baru terbarukan dan otomotif juga ikut andil dalam menekan indeks. Investor menantikan data inflasi AS Januari 2025 yang akan dirilis besok, yang diproyeksikan mencapai 3,2% yoy, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.
Data inflasi AS akan menjadi indikator penting bagi kondisi daya beli masyarakat AS dan kebijakan suku bunga The Fed. Pasar sedang memantau secara ketat perkembangan ini karena dapat memberikan petunjuk tentang arah kebijakan moneter AS ke depan. Penurunan IHSG hari ini mencerminkan reaksi pasar terhadap berbagai sentimen global dan lokal, termasuk ekspektasi pemangkasan suku bunga yang kini semakin redup.