Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang merencanakan langkah-langkah strategis untuk mendorong perusahaan milik negara melakukan Initial Public Offering (IPO). Meski rencana ini masih dalam tahap diskusi, BEI optimis proses ini akan berjalan lancar dengan dukungan penuh dari pemerintah baru. Sementara itu, holding group BUMN tambang MIND ID menjadi kandidat kuat yang dipertimbangkan untuk IPO.
Saat ini, komunikasi awal antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kementerian BUMN sedang berlangsung. Erick Thohir, Menteri BUMN, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada kontak resmi dari pihak bursa terkait rencana tersebut. Namun, dia menyatakan pihaknya siap untuk membahas aksi korporasi perusahaan pelat merah di lantai bursa. Erick menegaskan bahwa semakin banyak perusahaan yang masuk ke pasar modal, semakin baik bagi ekonomi nasional.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa BEI telah mencapai kesepakatan awal dengan Kementerian BUMN tentang rencana IPO. Pihak BEI berkomitmen untuk mendampingi proses pendaftaran perusahaan-perusahaan tersebut sebagai entitas terbuka. Meskipun tanggal pertemuan spesifik belum ditentukan, BEI berharap dapat segera memulai diskusi lebih lanjut. Nyoman juga tidak memberikan informasi detail tentang perusahaan yang akan melakukan IPO, namun ia menyatakan bahwa BEI sangat optimis dengan prospek ini.
Salah satu kandidat kuat untuk IPO adalah holding group BUMN tambang MIND ID. Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengindikasikan bahwa grup MIND ID memiliki potensi besar untuk menjadi emiten di pasar modal. Dia menjelaskan bahwa meskipun belum ada keputusan final, grup ini dinilai paling cocok untuk IPO jangka menengah. Tiko, yang merupakan salah satu pejabat senior di Kementerian BUMN, menambahkan bahwa pilihan bisa jatuh pada holding MIND ID atau salah satu anak usahanya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).
BUMN tambang MIND ID memiliki posisi strategis dalam industri pertambangan Indonesia. Dengan portofolio yang luas, termasuk operasi penambangan dan pengolahan mineral, grup ini menawarkan peluang investasi yang menjanjikan. Selain itu, pendampingan dari BEI akan memastikan bahwa persiapan IPO berjalan dengan baik. Proses ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan transparansi perusahaan, serta memberikan manfaat signifikan bagi investor dan perekonomian nasional.