Pasar
Pengembang Raksasa Tiongkok Country Garden: Kerugian Menyusut di Semester I-2024
2025-01-15
Jakarta, CNBC Indonesia – Pengembang properti asal Tiongkok, Country Garden, telah merilis laporan keuangan yang ditunggu-tunggu. Hasilnya menunjukkan penurunan kerugian bersih pada semester pertama tahun 2024. Meskipun masih mengalami kerugian, kondisi ini menandakan adanya tanda-tanda pemulihan setelah mencatatkan kerugian besar sebesar lebih dari US$24 miliar (setara dengan Rp 384 triliun) pada tahun 2023.

Kerugian Menyusut, Peluang Pemulihan Properti Tiongkok Terbuka Lebar

Penurunan Kerugian dan Pendapatan

Pada malam Selasa, Country Garden melaporkan kerugian bersih sebesar 12,84 miliar yuan, atau sekitar Rp28,52 triliun, selama enam bulan pertama tahun 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan kerugian sebesar 48,93 miliar yuan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga turun drastis hingga 55%, menjadi 102,10 miliar yuan dari 401,02 miliar yuan pada tahun 2023.Perusahaan ini sebelumnya merupakan salah satu pengembang terkemuka di Tiongkok. Namun, kini berusaha keras untuk merestrukturisasi utang senilai puluhan miliar dolar dalam tengah krisis sektor properti yang berkepanjangan. Minggu lalu, Country Garden mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan proposal baru bagi para kreditur dan berhasil mengurangi utang hingga US$11,6 miliar, termasuk perpanjangan jatuh tempo hingga 11,5 tahun.

Upaya Penyelamatan dan Tantangan Likuiditas

Country Garden saat ini sedang menghadapi petisi likuidasi di Hong Kong karena tidak membayar pinjaman, dengan sidang pengadilan yang dijadwalkan akhir bulan ini. Perdagangan saham Country Garden telah digembok sejak Maret 2024, di tengah masalah likuiditas dan kegagalannya untuk menerbitkan laporan keuangan.Namun, upaya penyelamatan perusahaan ini tampaknya mulai membuahkan hasil. Dengan pelonggaran pembatasan pembelian rumah, pemotongan suku bunga hipotek, dan perluasan akses pinjaman bagi pengembang rumah, sektor properti Tiongkok telah menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Serangkaian langkah stimulus dari Beijing selama setahun terakhir semakin mendukung proses pemulihan ini.

Dampak Stimulus Ekonomi

Meski masih menghadapi tantangan, Country Garden mendapatkan dukungan dari langkah-langkah stimulus ekonomi pemerintah Tiongkok. Pelonggaran aturan pembelian rumah dan pemotongan suku bunga hipotek telah membantu meningkatkan permintaan pasar properti. Ini bukan hanya bermanfaat bagi Country Garden tetapi juga untuk sektor properti secara keseluruhan.Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Tiongkok telah melonggarkan pembatasan pembelian rumah dan menurunkan suku bunga hipotek. Langkah-langkah tersebut dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membangkitkan kembali minat konsumen dalam sektor properti. Sebagai respons, banyak pengembang properti, termasuk Country Garden, telah mulai melihat tanda-tanda positif dalam penjualan dan pendapatan.

Masa Depan Country Garden

Masa depan Country Garden masih dipenuhi ketidakpastian. Meski kerugian telah menyusut, perusahaan harus terus berjuang untuk bangkit dari krisis keuangan yang panjang. Upaya restrukturisasi utang dan langkah-langkah penyelamatan lainnya akan menjadi kunci untuk memastikan kelangsungan hidup perusahaan.Namun, dengan dukungan pemerintah dan tanda-tanda pemulihan di sektor properti, Country Garden memiliki peluang untuk bangkit kembali. Perusahaan harus terus beradaptasi dengan dinamika pasar dan mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat posisinya. Di tengah tantangan, optimisme tetap ada, dan masa depan Country Garden dapat menjadi cerah jika perusahaan berhasil menjalankan rencana penyelamatannya.
More Stories
see more