PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 10% hingga 13% pada tahun 2025. Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, menjelaskan bahwa sektor hilirisasi menjadi penopang utama target ini. Proyek-proyek besar dalam industri hilirisasi membutuhkan dana yang signifikan, mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun per proyek. Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, BNI berkolaborasi dengan bank-bank lain melalui skema kredit sindikasi. Hingga November 2024, BNI telah menyalurkan kredit sebesar Rp60 triliun untuk pengembangan di berbagai sektor. Keputusan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga ke level 5,75% juga diharapkan dapat mendukung ekspansi kredit BNI di masa mendatang.
BNI mengalihkan fokusnya ke sektor hilirisasi sebagai salah satu strategi untuk mencapai target pertumbuhan kredit. Sektor ini memiliki potensi besar dan memerlukan investasi signifikan. Royke menegaskan bahwa proyek hilirisasi sangat penting bagi pemangku kepentingan seperti pemerintah. Setiap proyek bisa membutuhkan dana hingga US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun. Untuk memenuhi kebutuhan dana yang besar ini, BNI bekerja sama dengan bank-bank lain melalui skema kredit sindikasi. Kolaborasi ini memungkinkan BNI untuk memberikan dukungan finansial yang lebih kuat kepada proyek-proyek hilirisasi.
Secara lebih rinci, BNI telah menyalurkan total kredit sebesar Rp60 triliun hingga November 2024 untuk mendukung pengembangan di berbagai sektor. Hal ini menunjukkan komitmen BNI terhadap sektor hilirisasi dan upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kebijakan dari Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga ke level 5,75% diharapkan dapat membantu BNI dalam mencapai target pertumbuhan kredit. Dengan suku bunga yang lebih rendah, pelaku usaha akan lebih mudah mendapatkan akses kredit, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Kebijakan Bank Indonesia dalam menurunkan suku bunga ke level 5,75% diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan kredit BNI. Penurunan suku bunga ini dipandang sebagai langkah strategis yang dapat meningkatkan daya tarik kredit bagi pelaku usaha. Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, optimistis bahwa kebijakan ini akan berdampak positif pada ekspansi kredit BNI di masa mendatang. Suku bunga yang lebih rendah membuat pinjaman lebih terjangkau, sehingga dapat mendorong lebih banyak bisnis untuk mengajukan kredit.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit nasional pada tahun 2025 mencapai 11%-13%. Pada tahun 2024, industri perbankan mencatat pertumbuhan kredit sebesar 10,93% yoy. Berdasarkan kelompok penggunaan, kredit modal kerja tumbuh 8,35% yoy, investasi 13,62% yoy, dan konsumsi 10,61% yoy. Pembiayaan syariah tumbuh 9,8% yoy, sementara kredit UMKM naik 3,37% yoy. Dengan kondisi ini, BNI berharap dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan yang ditawarkan oleh kebijakan Bank Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan kredit yang ambisius.