Tim nasional futsal Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan berat di ajang 4Nations World Series 2025. Pelatih Hector Souto menyatakan bahwa kondisi fisik pemainnya masih belum optimal karena baru saja menyelesaikan pertandingan liga profesional akhir pekan lalu. Meski demikian, tim tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam pertandingan melawan Jepang yang akan berlangsung pada tanggal 30 Januari 2025 di Jakarta International Velodrome. Turnamen ini dianggap sebagai kesempatan emas bagi skuad asuhan Souto untuk meningkatkan kualitas permainan mereka dan mendekati standar futsal Asia serta dunia.
Ketika ditanya tentang persiapan terakhir menjelang pertandingan melawan Jepang, Souto mengakui bahwa para pemainnya sedang mengalami kelelahan setelah pertandingan sebelumnya. "Para pemain kami baru saja menyelesaikan kompetisi liga yang intensif, sehingga kondisi fisik mereka saat ini tidak dalam keadaan puncak," ungkap Souto dalam konferensi pers. Untuk mengatasi hal ini, pelatih telah menyesuaikan program latihan dengan mengurangi intensitas agar pemain bisa pulih dengan lebih baik. "Kami mencoba mengatur latihan agar tidak terlalu berat, namun tetap efektif," tambahnya.
Souto juga menegaskan pentingnya turnamen 4Nations World Series bagi perkembangan timnya. Menurutnya, hasil pertandingan bukanlah prioritas utama. Yang lebih penting adalah bagaimana tim dapat belajar dari pengalaman bertanding melawan tim-tim kuat seperti Argentina, Jepang, dan Arab Saudi. "Pertemuan dengan tim-tim tersebut akan sangat berharga bagi kami. Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan level permainan kami dan mendekati standar internasional," jelas Souto. Dengan demikian, turnamen ini menjadi platform yang ideal untuk evaluasi dan peningkatan kualitas permainan.
Pada akhirnya, Souto berharap bahwa timnya dapat memanfaatkan turnamen ini sebagai batu loncatan untuk meraih prestasi lebih baik di masa depan. Meskipun kondisi fisik pemain belum sempurna, dia percaya bahwa semangat dan dedikasi tim akan membantu mereka menghadapi tantangan yang ada. "Yang terpenting adalah proses pembelajaran dan peningkatan kualitas permainan. Kami siap menghadapi apa pun yang datang di depan," tutup Souto dengan optimis.