Berita
Polemik di Balik Pengangkatan Pete Hegseth Sebagai Menhan AS
2025-01-29
Dalam langkah politik yang mengejutkan, Senat Amerika Serikat telah memilih pembawa acara Fox News dan mantan prajurit, Pete Hegseth, untuk mengisi posisi Menteri Pertahanan. Keputusan ini membawa banyak kontroversi, dengan sejumlah senator memberikan suara penentu melalui JD Vance. Meskipun mendapat 51 suara, cukup untuk konfirmasi, namun tiga senator Republik dan semua senator Demokrat menolak pengangkatannya. Kontroversi terkait latar belakang Hegseth menjadi sorotan publik.

Kontroversi dan Kebijakan: Mengurai Perjalanan Pete Hegseth

Berikut adalah beberapa isu utama yang muncul seiring pengangkatan Pete Hegseth sebagai Menteri Pertahanan AS:

Simbolisme Ekstremis dalam Tato Hegseth

Tidak hanya berperan dalam dunia media, Hegseth juga dikenal memiliki tato-tato yang mencerminkan pandangan ekstremis. Dalam beberapa wawancara, ia tampak mendukung doktrin teokratis dan otoriter yang berasal dari keyakinan rekonstruksionisme Kristen. Pandangan ini mendukung hukum Perjanjian Lama, termasuk hukuman mati untuk homoseksualitas, serta keluarga dan gereja yang sangat patriarkal. Para ahli ekstremisme telah mengkritik pencalonannya, menyoroti simbol-simbol dalam tatonya seperti salib Yerusalem, bendera Amerika dengan 13 bintang, dan frasa "Deus Vult".

Simbol-simbol tersebut tidak hanya mencerminkan paham nasionalis Kristen tetapi juga menunjukkan afiliasi dengan kelompok-kelompok sayap kanan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana pandangan-pandangan ekstrem ini dapat mempengaruhi kebijakan pertahanan AS di masa depan. Kritikus khawatir bahwa Hegseth akan membawa agenda pribadinya ke dalam institusi pemerintah yang penting ini.

Kasus Pelecehan Seksual dan Kontroversi Keluarga

Hegseth juga terlibat dalam kasus pelecehan seksual yang terjadi pada tahun 2017. Meskipun ia membantah tuduhan tersebut, Hegseth harus membayar ganti rugi sebesar USD50.000 kepada wanita yang mengaku menjadi korban kekerasan seksual. Laporan polisi menyebutkan bahwa ia menghalangi pintu kamar hotel dan mengambil ponsel korban. Selama sidang konfirmasi, Hegseth menolak menjawab pertanyaan tentang insiden tersebut, menyebutnya sebagai "fitnah anonim".

Senator Jack Reed, anggota senior Komite Angkatan Bersenjata, mengonfirmasi bahwa para senator menerima surat pernyataan dari mantan saudara ipar Hegseth yang menuduh perilaku agresif calon tersebut membuat istri keduanya khawatir akan keselamatannya. Surat tersebut menguraikan klaim bahwa Hegseth minum alkohol secara berlebihan dan menyebabkan anggota keluarganya merasa tidak aman. Mantan istrinya, Samantha Hegseth, bahkan menggunakan "kata aman" ketika merasa terancam dan pernah bersembunyi di lemari untuk melarikan diri dari suaminya saat itu.

Ketergantungan Alkohol dan Risiko bagi Keamanan Nasional

Selain kontroversi pelecehan seksual, Hegseth juga dikenal memiliki masalah dengan alkohol. Mantan istrinya dan anggota keluarganya mengungkapkan bahwa Hegseth sering minum alkohol secara berlebihan, menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi orang-orang di sekitarnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kemampuan Hegseth untuk menjalankan tugasnya sebagai Menteri Pertahanan dengan efektif dan bertanggung jawab.

Ketergantungan alkohol bukan hanya masalah pribadi; dalam konteks keamanan nasional, hal ini dapat berdampak signifikan. Keputusan yang dibuat oleh Menteri Pertahanan mempengaruhi ribuan nyawa dan kebijakan militer negara. Jika Hegseth tidak dapat mengendalikan masalah alkoholnya, hal ini dapat mengganggu operasional Departemen Pertahanan dan membahayakan keamanan nasional.

More Stories
see more