Pasar
Alasan Mengapa Profesi Debt Collector Diminati dan Bayarnya Menggiurkan
2024-12-14
Profesi debt collector memang masih menarik minat sebagian orang di Indonesia. Meski memiliki risiko dan kesulitan tinggi, komisi yang diajukan dalam pekerjaan ini juga cukup menggiurkan. Salah satu praktisi, Budi Baonk dari perusahaan leasing kendaraan di Indonesia, mengatakan bahwa pembayaran untuk debt collector ditentukan berdasarkan kesepakatan dengan perusahaan leasing. Komisi atas penarikan aset leasing disepakati ketika surat kuasa diturunkan. Rentang harga (tarif debt collector) paling kecil Rp5 juta sampai Rp20 juta. Besarnya fee debt collector ini juga tergantung jenis unit yang diamankan, seperti mobil keluaran terbaru akan lebih mahal daripada mobil produksi lama. Harga juga bisa berbeda-beda tergantung entitas bisnis debt collector itu sendiri, biasanya ditentukan dari variabel track record perusahaan tersebut.
Aturan dan Ketentuan dalam Penagihan Utang
Debt collector untuk penagihan utang diizinkan berdasarkan POJK 22 Tahun 2023, penyelenggara jasa keuangan. Pasal 62 beleid tersebut mengatur bahwa penyelenggara jasa keuangan wajib memastikan penagihan kepada konsumen dilaksanakan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat dan ketentuan aturan perundang-undangan. Dengan demikian, penyelenggara jasa keuangan harus memastikan penagihan dilakukan tidak menggunakan ancaman dan tindakan yang mempermalukan konsumen. Penagihan juga tidak boleh mengintimidasi dan dilakukan secara terus menerus. Dalam aturan tersebut juga disebutkan bahwa penagihan dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili konsumen pada hari Senin sampai dengan Sabtu di luar hari libur nasional dari pukul 08.00 – 20.00 waktu setempat. Namun, debt collector diperbolehkan melakukan penagihan di luar tempat dan waktu yang diatur, tetapi dengan persetujuan konsumen terlebih dahulu. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi juga mengingatkan agar konsumen bertanggung jawab dalam melakukan pembayaran. "Kami terus edukasi kalau tidak mau ketemu debt collector ya bayar, kewajibannya seperti apa," kata Kiki.Langkah-langkah Menghindari Debt Collector
Apabila konsumen tidak bisa membayar, Kiki menyarankan untuk konsumen secara aktif meminta restrukturisasi kepada lembaga keuangan. Namun, dia mengatakan keputusan akhir mengenai restrukturisasi merupakan hak perusahaan keuangan. "Tapi dari pada dicari-dicari mending proaktif sendiri kalau memang ada kewajiban yang belum bisa dipenuhi," katanya. OJK juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melindungi konsumen nakal yang beritikad buruk dalam pembayaran kreditnya. "OJK tidak akan lindungi konsumen yang nakal," tandas Deputi Komisioner Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen Sarjito.