Pasar
PT Indonesia Re Akan Mengajukan PMN pada Tahun 2025
2024-12-18
Kabupaten Bogor, CNBC Indonesia – PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re berencana untuk mengajukan kembali penyertaan modal negara (PMN) pada tahun 2025. Kepala Divisi Akuntansi Indonesia Re, Didik Mulyana, menyatakan bahwa pengajuan PMN tersebut merupakan upaya lanjutan setelah dua tahun terakhir belum mendapatkan persetujuan. “Rencananya mungkin di tahun 2025 kita sudah akan mulai lagi mungkin dengan pemerintahan yang baru dan DPR yang baru. Harapannya semoga dapat direalisasikan penambahan permodalan ini,” ungkap Didik dalam acara Media Literacy di Kabupaten Bogor, Selasa (17/12/2024).Strategi untuk Meningkatkan Hasil Underwriting
Selain mengajukan PMN, perusahaan juga berpreparasi untuk tumbuh secara organik untuk mempertebal permodalan. Indonesia Re menggodok strategi untuk meningkatkan hasil underwriting. Salah satu cara adalah menghindari line of business yang kurang memiliki risiko yang sesuai dengan perseroan. Misalnya, mungkin mereka sudah mulai mengurangi line of business kredit. Lalu di reasuransi jiwa, ada beberapa perbaikan terms and condition (T&C), seperti cut off business.Dalam mengatur instrumen investasi, perusahaan memastikan agar sesuai dengan risiko yang dapat dikendalikan dan cocok dengan liabilitas. “Jadi memang strategi investasi itu kita buat dua terkait dengan kebutuhan jangka panjang yang mungkin secara portofolio tidak jauh berbeda dengan kondisi tahun ini karena memang temanya masih solvabilitas dan likuiditas. Untuk jangka pendeknya kita juga melakukan beberapa aksi dengan memanfaatkan momentum-momentum,” jelasnya.Laporan Keuangan November 2024
Melalui laporan keuangan per November 2024, Indonesia Re mencatatkan jumlah investasi sebesar Rp7,2 triliun. Investasinya banyak ditempatkan pada Deposito Berjangka dengan kontribusi sebesar Rp2,65 triliun. Sementara Surat Berharga Negara (SBN) menempati posisi kedua dengan raihan sebesar Rp1,96 triliun. Selanjutnya, penyertaan langsung berkontribusi sebanyak Rp834,69 miliar.Di sisi lain, efek beragun aset menjadi instrumen investasi yang paling sedikit ditempatkan dananya oleh Indonesia Re. Lalu medium term note (MTN) dan saham menduduki posisi kedua dan ketiga kontributor paling rendah di sisi investasi dengan nilai Rp52,95 miliar dan Rp180 miliar.Target Pertebalan Risk Based Capital (RBC)
Indonesia Re membukukan ekuitas sebesar Rp2,74 triliun per November 2024, lebih tinggi dari batas minimum yang ditetapkan regulator pada 2026. Sebagaimana diketahui, Peraturan OJK (POJK) Nomor 23 Tahun 2023 menghendaki perusahaan reasuransi untuk memiliki modal minimum sebesar Rp500 miliar. Meski demikian, perseroan masih berencana untuk mempertebal risk based capital (RBC). Saat ini RBC perseroan berada di posisi 123,07%, mendekati batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.